Para pelaku seni mengatasnamakan Dalang Wartoyo Wonge Ganjar (DWGP) mengadakan kongres pertama di kantor kesekretariatan Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (23/12/2023)

BOYOLALI, solotrust.com - Para pelaku seni mengatasnamakan Dalang Wartoyo Wonge Ganjar (DWGP) mengadakan kongres pertama di kantor kesekretariatan Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (23/12/2023).
 
Ratusan relawan ini merupakan perwakilan koordinator lapangan dari 32 provinsi. Kongres sekaligus untuk merapatkan barisan guna memenangkan pasangan calon nomor urut tiga Ganjar Pronowo-Mahfud MD.
 
Ketua umum DWGP, Ki Gondo Wartoyo mengatakan, kongres diikuti perwakilan pengurus DWGP 32 provinsi di Indonesia.
 
“Pesertanya korda, korlap. Tidak hanya itu saja yang datang, namun semua relawan juga datang di kongres ini,” katanya kepada wartawan di sela acara.
 
Kongres juga dihadiri Tim Pemenangan Nasional (TPN) muda dan juga Srikandi Ganjar dari berbagai daerah. Dalam kongres ini nantinya juga dipentaskan wayang kulit, ketoprak, dan campursari dimainkan peserta yang mayoritas pelaku seni.
 
Sementara, Ketua Tim Pemenangan Muda Jawa Tengah, Ikhwan Bujang, menjelaskan program Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Keduanya akan terus melestarikan seni di Indonesia dan meningkatkan para pelaku usaha kreatif, khususnya para perajin kesenian ke level berikutnya.
 
“Kami menekankan bahwa kesenian ini yang menjadi fondasi dasar budaya, seni itu yang menjadi fondasi dasar Bangsa Indonesia,” ucapnya.
 
Ikhwan berharap, kegiatan ini bisa memotivasi dan menguatkan kembali barisan Ganjar Pranowo-Mahmud MD sebagai sosok terbuka dari berbagai elemen. Tidak hanya orang-orang pada level atas, namun juga para pelaku seni, perajin, dan pelaku usaha kreatif.
 
"Kami dari tim pemenangan muda ingin meyakinkan dan mengajak keterlibatan generasi muda untuk bisa lebih banyak lagi berbicara mengenai isu kepemudaan. Kami juga berdiskusi apa yang menjadi kebutuhan generasi muda di lapangan, termasuk pekerjaan, pendidikan, serta kebutuhan internet," ungkapnya. (jaka)