Kawasan Pasar Gede hingga depan Balai Kota Solo kini berubah menjadi kilauan cahaya memukau. Ribuan lampion warna-warni resmi dinyalakan untuk menyambut momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Foto: Dok. solotrust.com/Shintia Maharani)
SOLO, solotrust.com - Kawasan Pasar Gede hingga depan Balai Kota Solo kini berubah menjadi kilauan cahaya memukau. Ribuan lampion warna-warni resmi dinyalakan untuk menyambut momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kehadiran instalasi cahaya ini seketika menjadi pusat perhatian dan magnet bagi ribuan warga Solo maupun wisatawan luar daerah yang ingin menikmati suasana malam di Kota Bengawan. Festival lampion ini merupakan agenda tahunan diselenggarakan Pemerintah Kota Solo bekerja sama dengan panitia perayaan hari besar.
Sejak Jumat (19/12/2025) malam, warga mulai memadati area jembatan Pasar Gede untuk berswafoto dan menikmati estetika kota. Lampion yang dipasang tak hanya berbentuk bulat konvensional, namun juga mengusung berbagai ornamen khas seperti tokoh pewayangan, simbol zodiak Tionghoa, hingga dekorasi bertema Natal melambangkan toleransi beragama di Kota Solo.
Salah satu pengunjung, Aris Setiawan mengaku dirinya sekeluarga sengaja datang dari Wonogiri karena penasaran dengan ornament lampion hias yang dipasang di kawasan Pasar Gede dan Balai Kota Solo.
“Ternyata masih sama meriahnya seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi hiburan murah meriah, namun sangat berkesan untuk anak-anak menjelang libur sekolah," kata Aris Setiawan, saat ditemui solotrust.com di lokasi.
Fenomena membludaknya pengunjung di area lampion dipicu kerinduan masyarakat akan ruang publik estetik sebagai sarana melepas penat di akhir tahun. Selain itu, penataan pedagang kaki lima (PKL) lebih tertib dan penyediaan kantong parkir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo membuat warga merasa lebih nyaman, meski kondisi jalanan cukup padat.
Pengunjung lainnya, Maria Goretti, menyatakan kekagumannya terhadap estetika penataan lampion tahun ini yang dinilai lebih megah dibandingkan periode sebelumnya.
"Saya sengaja datang ke sini karena penasaran dengan dekorasinya. Atmosfernya sangat luar biasa dan sangat toleran. Selain bisa berfoto, anak-anak juga senang melihat lampion karakter yang lucu," bilang Maria Goretti.
Sementara guna menjaga ketertiban, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas kepolisian disiagakan di beberapa titik rawan kerumunan. Pihak kepolisian juga menerapkan skema pengalihan arus lalu lintas secara situasional jika volume kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman mengalami kemacetan total.
Lampion warna-warni ini rencananya akan terus menyala hingga perayaan Tahun Baru berakhir. Pemerintah kota berharap kegiatan ini dapat mendongkrak ekonomi lokal, khususnya bagi para pedagang kecil dan industri perhotelan.
Melalui cahaya lampion, Solo kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota budaya penuh semangat kebersamaan dan toleransi dalam menyambut hari raya.
*) Reporter: Shintia Maharani/Annisa Luthfi Afifah/Zulaikhah Nur Istiqomah
