Seluruh tim mendapat kesempatan official training di Supersoccer Arena, Rendeng Kudus, Sabtu (4/7) menjelang laga perdana HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang akan berlangsung pada 5-12 Juli 2026.

KUDUS, Solotrust.com - Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS siap menggelar turnamen sepakbola putri bergengsi, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Ajang ini menjadi babak puncak dari musim perdana kompetisi sepakbola putri remaja pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk kelompok usia U-15 dan U-18.

Turnamen berskala nasional ini akan diselenggarakan mulai 5 hingga 12 Juli 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 16 tim sepakbola putri terbaik dipastikan akan berpartisipasi

Seluruh peserta merupakan juara dan runner-up dari HYDROPLUS Soccer League yang sebelumnya telah merampungkan kompetisi format liga double round-robin di empat regional, yaitu Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Komposisi final turnamen ini terdiri dari delapan tim U-15 dan delapan tim U-18.

Program Manager HYDROPLUS Soccer League, Rijki Kurniawan, menjelaskan bahwa HYDROPLUS Soccer League All-Stars menjadi tahapan krusial dalam membangun ekosistem pembinaan sepakbola putri yang berkelanjutan di Indonesia. Turnamen ini diproyeksikan menjadi jembatan bagi pesepakbola muda putri menuju level senior, sekaligus menjadi wadah pencarian bakat (talent pool) bagi klub-klub elit maupun federasi nasional dalam menyaring pemain potensial untuk tim nasional.

Selain itu, kompetisi ini bertujuan untuk mendukung perkembangan dan memberikan arah pembinaan yang intensif bagi Sekolah Sepakbola (SSB) putri di Tanah Air.

"HYDROPLUS Soccer League All-Stars melengkapi piramida pembinaan yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Diawali dengan MilkLife Soccer Challenge untuk KU10 dan KU12, HYDROPLUS Soccer League dirancang untuk memfasilitasi bibit-bibit berbakat di kelompok usia U-15 dan U-18 agar terus berkembang sebelum akhirnya masuk ke jenjang usia yang lebih tinggi,” jelas Rijki.

Berbeda dengan fase regional yang menggunakan sistem kompetisi penuh, babak All-Stars ini akan mengadopsi format penyisihan grup yang dilanjutkan dengan fase gugur (knock-out) untuk babak semifinal dan final.

Regulasi pertandingan juga disesuaikan berdasarkan kelompok umur. Untuk kategori U-15, pertandingan menggunakan setengah lapangan sepakbola dewasa (40x60 meter) dengan durasi 2x25 menit, di mana masing-masing tim berkekuatan 9 pemain aktif. Sementara untuk kategori U-18, pertandingan menggunakan satu lapangan sepakbola penuh dengan format 11 lawan 11 pemain, serta durasi waktu yang lebih panjang yaitu 2x35 menit.

"Dengan perubahan format adanya penyisihan grup dan fase gugur, kami berharap setiap tim yang terlibat di HYDROPLUS Soccer League All Stars ini dapat merasakan atmosfer kejuaraan yang sesungguhnya. Mereka akan dituntut untuk tampil prima, fokus dan mengeluarkan kemampuan terbaik. Karena bisa dikatakan setiap pertandingan adalah partai final yang menentukan perjuangan mereka menuju gelar juara,” pungkas Rijki.