Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sragen menggelar kompetisi bisnis bertajuk Juragan Sragen, Scale Up Business Competition dalam rangka mendorong pelaku UMKM lebih unggul

SRAGEN, solotrust.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sragen menggelar kompetisi bisnis bertajuk 'Juragan Sragen, Scale Up Business Competition' dalam rangka mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lebih unggul. Selain berhadiah total hingga ratusan juta rupiah, para pebisnis ini juga berpeluang dilirik investor maupun pendampingan oleh perbankan. 
 
Ketua HIPMI Sragen, Joko Pramono, mengungkapkan ajang ini dirancang bukan sekadar kompetisi biasa. Lebih dari itu, target utamanya adalah memetakan potensi bisnis lokal agar para pelaku UMKM di Bumi Sukowati bisa benar-benar naik kelas.
 
"Sasarannya adalah teman-teman pelaku usaha mikro dan kecil. Kita cari potensi bisnis dari berbagai wilayah di Sragen. Nantinya hasil kurasi akan disusun menjadi katalog bisnis, bukan sekadar katalog produk yang siap dikolaborasikan dengan para investor," terang Joko Pramono, Rabu (23/09/2026).
 
Kompetisi ini terbuka luas bagi seluruh sektor bisnis. Kriterianya, usaha yang dijalankan memiliki omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun. 
 
Respons masyarakat pun sangat tinggi. Tercatat lebih dari 70 pendaftar dari berbagai penjuru Sragen telah terdata. Ada lima pilar utama dinilai tim dewan juri independen, mulai dari tata kelola keuangan, operasional, sumber daya manusia (SDM), kepemimpinan (leadership), hingga strategi promosi.
 
"Jadi, omzet bukan penentu utama, tapi yang penting bagaimana pilar bisnisnya dibangun. Selain memperebutkan total hadiah uang tunai, voucher, dan barang senilai lebih dari Rp200 juta, para peserta juga mendapat peluang besar untuk dilirik investor," imbuh Joko Pramono.
 
Dukungan penuh juga mengalir dari sektor perbankan lokal. Direktur BPR Syariah Sragen, Fachrudin, menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan global. Menurutnya, UMKM lokal Sragen memiliki potensi besar yang harus terus didampingi agar memiliki keunggulan kompetitif.
 
"Kita tidak ingin UMKM ini cuma tumbuh karena fomo atau musiman semata. Mereka harus punya diferensiasi dan keunggulan kompetitif yang kuat agar bisnisnya berkelanjutan," ujar Fahrudin.
 
Ia menambahkan, peran BPR Syariah Sragen tak hanya sebatas intermediasi keuangan atau pembiayaan, namun juga mengambil peran edukasi dan literasi bisnis.
 
"Saat kondisi ekonomi penuh tantangan, potensi lokal justru harus melejit. Lewat pendampingan dan literasi yang tepat, kita yakin UMKM Sragen mampu bersaing di level lebih tinggi," pungkasnya.
 
Pembukaan Juragan Sragen, Scale Up Business Competition sendiri digelar di pendopo rumah dinas bupati dan diikuti puluhan peserta. Kegiatan diinisiasi HIPMI ini dibuka langsung Bupati Sragen, Sigit Pamungkas. (wah)