Sosialisasi penguatan moderasi beragama pada mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta.

SUKOHARJO, solotrust.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo aktif menggandeng kalangan akademisi dan mahasiswa dalam upaya penguatan integritas pemilihan umum (Pemilu). Hal itu diwujudkan dalam sejumlah kegiatan, salah satunya kegiatan bertajuk Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama pada Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta.

Selain dari Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, kegiatan ini menghadirkan pemateri lain, yakni dosen UIN Salatiga, Rifqi Fairuz. Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sukoharjo, Eko Budiyanto dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pengawasan partisipatif. Hal ini menurutnya elemen fundamental untuk mewujudkan moderasi demokrasi yang terawasi agar setiap tahapan pemilu tetap berjalan secara beradab dan jujur.

“Pemilu berintegritas tidak akan pernah tercapai tanpa adanya keterlibatan aktif dari masyarakat, terutama kelompok intelektual muda,” kata dia.

Menurut Eko Budiyanto, mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki modal literasi dan sensitivitas etika sangat dibutuhkan dalam mengawal proses ini, khususnya dalam melawan narasi hoax dan politik identitas yang merusak.

“Demokrasi kita harus beradab. Adab itu tidak bisa hadir sendirian, melainkan harus dikawal oleh mata dan telinga yang peka terhadap nilai kebenaran,” imbuhnya. 

Dosen UIN Salatiga, Rifqi Fairuz dalam kesempatan itu menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, antikekerasan dan komitmen kebangsaan memiliki irisan kuat dengan prinsip demokrasi yang jujur dan adil. Ia mengatakan pengawasan pemilu bukan hanya soal teknis, namun juga soal etika dan moral.

"Ketika mahasiswa mengawasi, mereka membawa serta nilai moderasi, memastikan proses politik bebas dari ekstremisme dan fitnah sehingga kualitas demokrasi kita meningkat secara substansial,” pungkas Rifqi Fairuz. (nas)