Anggota Komisi XI DPR RI Didik Haryadi melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Solo untuk melakukan pembahasan monitoring sektor jasa keuangan perbankan dan program pemerintah, Jumat (25/09/2026)
SOLO, solotrust.com - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Didik Haryadi melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Solo untuk melakukan pembahasan monitoring sektor jasa keuangan perbankan dan program pemerintah, Jumat (25/09/2026).
Dalam sarasehan digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Didik Haryadi duduk satu meja dengan para pimpinan cabang bank pemerintah atau bank Himbara (Himpunan Bank Negara), yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Jateng. Hadir pula, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Dwianto Cahyo Sumirat dan Kepala OJK Solo Mohammad Mufid selaku tuan rumah.
Dalam kesempatan itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut mendengarkan laporan dari para pimpinan OJK Solo dan BI Solo, terkait program kerja akan dilaksanakan serta evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan.
Sementara itu, masing-masing kepala cabang menyampaikan laporan kinerja perbankan, baik itu menyangkut aset, kredit/pembiayaan disalurkan, dana pihak ketiga (DPK) disalurkan maupun kredit bermasalah (nonperforming loan). Tak lupa, mereka juga melaporkan program kerja, baik sudah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan.

"Kedatangan kami dari Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional ini untuk memantau langsung kondisi di bawah serta menyerap aspirasi langsung perbankan yang ada di daerah," jelas Didik Haryadi di sela sarasehan.
"Ini penting bagi pemerintah pusat dan dari kami selaku legislatif, dukungan regulasi apa yang dibutuhkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor perbankan dan pertumbuhan ekonomi nasional," tegas anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah (Dapil Jateng) 5 itu.
Didik Haryadi melihat, kinerja perbankan di Solo Raya disampaikan OJK masih baik, demikian pula pertumbuhan ekonomi disampaikan Bank Indonesia.
"Namun yang terpenting bagi saya bukanlah tingginya angka-angka yang tercapai, tapi bagaimana kredit disalurkan itu juga dirasakan oleh wong cilik (masyarakat kecil), pelaku usaha kecil, bukan hanya pengusaha besar. Pesan saya, bekerjalah dengan hati, jangan hanya mengejar target," tutur Didik Haryadi.

Dalam paparannya, selain menyampaikan kinerja perbankan di Solo Raya, Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid juga menyampaikan program-program OJK yang bisa disinergikan dengan stakeholder lain, misalnya dengan pemerintah daerah. Contohnya, di tiap kabupaten/kota sudah ada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses ke perbankan.
"OJK punya program GENCARKAN untuk melakukan edukasi keuangan yang masif, merata, terarah, komprehensif, dan sejak dini," papar Mohammad Mufid.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Dwianto Cahyo Sumirat, memaparkan peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam bertransaksi.
"Ada peningkatan cukup signifikan pengguna QRIS di Solo Raya dalam setahun ini, paling banyak di Kota Solo. Kami akan terus melakukan sosialisasi agar tidak ada ketimpangan penggunaan QRIS antara di kota dan di desa," kata Pak Anto, begitu dia akrab disapa.
