Puskesmas Mojolaban bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dan Pemerintah Pusat menggelar program Active Case Finding (ACF).
​SUKOHARJO, solotrust.com— Dalam upaya menekan dan memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC), Puskesmas Mojolaban bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dan Pemerintah Pusat menggelar program Active Case Finding (ACF). Langkah ini disosialisasikan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Puskesmas setempat, Selasa (29/9/2026).
​Berbeda dari penanganan sebelumnya, program ACF kali ini membawa inovasi pelayanan langsung ke tengah masyarakat dengan menyediakan fasilitas pemeriksaan foto rontgen gratis di tingkat desa.
​Deteksi Dini Menggunakan Foto Rontgen
​Kepala Puskesmas Mojolaban, dr. Hery Suparyantomenjelaskan,Active Case Finding (ACF) merupakan strategi jemput bola atau penemuan kasus TBC secara aktif di lapangan, bukan sekadar menunggu pasien datang berobat ke fasilitas kesehatan.
​"Bedanya ACF sekarang dengan pemeriksaan dulu adalah penggunaan foto rontgen untuk screening langsung di tempat. Di setiap sesi pelaksanaan, kami menyasar sekitar 100 warga desa," ungkap dr. Hery.
​Ia menambahkan, pemeriksaan rontgen gratis ini diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi terpapar atau memperburuk kondisi TBC, antara lain:,Penderita Diabetes Melitus (DM), Penderita Hipertensi,Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV),Warga dengan kondisi gizi kurang atau gizi buru
​dr. Hery memaparkan, pelaksanaan safari screening rontgen ACF ini dipusatkan di 5 lokasi strategis untuk menjangkau beberapa desa di wilayah Kecamatan Mojolaban. Desa Palur telah dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama khusus warga Palur, sedangkan pertemuan kedua menggabungkan sasaran warga dari Desa Joho, Desa Triyagan, dan Desa Sapen.
"Sedangkan Desa Cangkol dan Desa Gadingan: Dijadwalkan menjadi sasaran pemeriksaan berikutnya pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2026",imbuhnya.
​Melalui deteksi dini berbasis foto rontgen ini, dr. Hery berharap kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat sehingga penderita segera mendapatkan terapi pengobatan hingga sembuh total tanpa menularkan ke anggota keluarga lainnya. (nas)
