Bus listrik Trans Semarang. Pemkot Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan mulai mengoperasikan bus listrik koridor 1 dengan rencana pengadaan 27 unit armada oleh konsorsium pada Agustus 2026.

SEMARANG, solotrust.com - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyampaikan beberapa masukan terkait rencana penggunaan bus listrik Trans Semarang serta pembenahan sistem parkir.

Hal itu menyusul rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) yang akan mulai mengoperasikan bus listrik koridor 1 dengan rencana pengadaan 27 unit armada oleh konsorsium pada Agustus 2026. Implementasi akan dilakukan secara bertahap ke koridor-koridor lain pada tahun-tahun berikutnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati mendorong agar koridor lain dengan topografi memungkinkan juga dipersiapkan sejak awal untuk beralih ke bus listrik.

"Jika anggaran belum memungkinkan untuk semua koridor, setidaknya dilakukan penggantian dan peremajaan. Jangan lagi menggunakan bus yang tidak layak jalan. Masyarakat Semarang berhak mendapatkan fasilitas yang sama dan aman," ujarnya, Jumat (20/02/2026)

Menurut Dini Inayati, modernisasi transportasi publik tak hanya soal teknologi listrik, namun juga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Sudah berapa kali di tahun ini BRT Trans Semarang bermasalah saat beroperasi,” tambahnya.

Selain transportasi, Dini Inayati juga menyoroti persoalan parkir selama ini dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ia menilai, Semarang bisa belajar dari sistem parkir Yogyakarta yang lebih akuntabel dan tertata.

"Akuntabilitas parkir di Jogja (Yogyakarta) bisa dicontoh, analisis parkir per titik dan per petugas harus dilakukan dengan template yang jelas. Pastinya akan ada pihak yang merasa dirugikan, tapi pembenahan ini penting untuk meningkatkan PAD Kota Semarang," kata Dini Inayati.