Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah Seri 7 yang digagas Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA)
MAGELANG, solotrust.com - Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah Seri 7 digagas Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Kegiatan ini dilandasi fakta pertanian merupakan isu strategis dalam pembangunan Indonesia, khususnya perwujudan kedaulatan pangan Indonesia.
MTCC UNIMMA yang concern pada pengendalian tembakau menemukan kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau makin turun dari tahun ke tahun. Ditambah lagi masalah regenerasi petani menjadi tantangan besar dalam pembangunan pertanian nasional.
Banyak pemuda dari keluarga petani, terutama petani tembakau kehilangan minat terhadap sektor pertanian karena dianggap tidak modern dan kurang menjanjikan. Padahal, semestinya di era digital saat ini, pertanian memiliki peluang besar melalui penerapan teknologi, sistem agribisnis modern, dan pemasaran digital.
Kendati demikian, kebergantungan ekonomi terhadap tembakau dan konsumsi produk turunannya (rokok) menimbulkan masalah sosial, ekonomi, dan kesehatan. Data menunjukkan konsumsi rokok tinggi di kalangan pemuda desa menyebabkan penurunan produktivitas tenaga kerja, beban ekonomi keluarga, serta risiko penyakit kronis.
Oleh karena itu, kegiatan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dan memperkenalkan digitalisasi pertanian modern, namun juga sebagai wadah kampanye sadar rokok, membangun kesadaran kolektif petani muda bisa sukses tanpa kebergantungan pada komoditas maupun konsumsi tembakau.
Di lain sisi, pertanian modern ini menuntut kesiapan SDM maju, baik ilmu maupun teknologinya. Petani milenial diharapkan mampu menjadi resonansi pendorong tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri, dan modern.
Peserta Sekolah Tani ini adalah 40 petani millennial dari keluarga para petani dampingan MTCC Unimma, tergabung dalam Forum Petani Multikultur Indonesa (FPMI) di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.
Penentuan sasaran petani millennial ini dimaksudkan untuk penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern. Karakteristik millennial yang akrab dengan komunikasi, media, juga teknologi digital ini berperan penting menjadi faktor pengungkit produktivitas adalah inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, serta kebijakan peraturan perundangan, termasuk local wisdom. Petani millennial ini diharapkan mampu menjadi resonansi pendorong tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri, dan modern.
Penyelenggaraan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah dikemas dalam bentuk pelatihan dan kampanye partisipatif satu hari penuh, melibatkan unsur edukasi dan praktik. Bentuk kegiatan meliputi pengelolaan pertanian modern, digitalisasi pemasaran produk pertanian, kampanye petani muda sehat tanpa rokok, dan simulasi kreatif aksi komunitas petani muda.
Sekolah Tani Mandiri yang sama sudah diselenggarakan sebanyak tiga kali di Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Boyolali. Diharapkan kegiatan Sekolah Tani diikuti para petani muda ini bisa menjadi bagian ikhtiar menuju pertanian berkemajuan menuju kemandirian.
Petani muda bisa menjadi salah satu role model dalam membangun paradigma jihad kedaulatan pangan dan implementasi sistem pertanian terpadu ala Muhammadiyah. Semangat tajdid dimiliki Muhammadiyah diharapkan akan mampu mengembangkan subjek kekuatan umat dan bangsa, yakni petani.
