Indosat memastikan Ramadan dan Idulfitri 2026 di Circle Java, mencakup wilayah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, hingga Bali & Nusa Tenggara, berjalan lebih nyaman, lebih aman, dan tetap nyambung

SOLO, solotrust.com - Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas komunikasi digital, mulai dari silaturahmi keluarga hingga transaksi belanja dan pengiriman tunjangan hari raya (THR). Di balik lonjakan itu, risiko penipuan digital juga meningkat, terutama melalui aplikasi perpesanan.

Untuk itu, melalui kampanye #LebihBaikIndosat, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memastikan Ramadan dan Idulfitri 2026 di Circle Java, mencakup wilayah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, hingga Bali & Nusa Tenggara, berjalan lebih nyaman, lebih aman, dan tetap nyambung.

SVP Head of Marketing Java Indosat Ooredoo, Adiyanto Adhi Kusumo, mengatakan data 2025 menunjukkan kasus penipuan digital pada periode Ramadan meningkat hingga 34,7 persen.

“Sebanyak 89 persen terjadi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dan 64 persen melalui panggilan telepon," ungkapnya di Solo, Senin (02/03/2026).

Modus penipuan digunakan semakin canggih, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan seperti deepfake, dengan estimasi kerugian mencapai Rp700 miliar. Menurutnya, tingginya angka penipuan pada Ramadan berkaitan dengan meningkatnya perputaran uang di masyarakat.

“Penipuan tinggi di Bulan Ramadan karena banyak masyarakat mendapatkan THR. Dengan adanya THR tersebut, ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi,” jelasnya.

Adiyanto Adhi Kusumo menambahkan, Indosat melalui brand IM3 menghadirkan inovasi perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia lewat fitur SATSPAM+ (Satuan Anti-Scam dan Spam Plus) pada Ramadan ini.

"Melalui kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”, IM3 menghadirkan perlindungan real-time terhadap SMS, panggilan reguler, hingga WhatsApp Call yang terindikasi penipuan atau spam," ungkapnya.

Fitur SATSPAM+ merupakan pengembangan dari perlindungan sebelumnya yang hanya mencakup telepon dan SMS. Pelanggan cukup mengaktifkan SATSPAM+ melalui aplikasi myIM3. Setelah diaktifkan, sistem akan memberikan penanda khusus pada nomor terindikasi modus penipuan.

“Jika ada panggilan dari nomor terindikasi penipuan akan muncul tanda berwarna merah dengan keterangan ‘nomor modus’. Kami imbau pelanggan tidak mengangkat panggilan tersebut,” ujarnya.

Adiyanto Adhi Kusumo juga mengingatkan masyarakat agar tak membagikan informasi pribadi apa pun kepada penelepon tak dikenal, terutama jika meminta data sensitif atau kode verifikasi.

Seluruh pelanggan Paket Ramadan IM3 otomatis mendapatkan perlindungan SATSPAM+ tanpa biaya tambahan. Paket ditawarkan antara lain 150 GB untuk 28 hari seharga Rp150 ribu serta 300 GB untuk 28 hari seharga Rp 200 ribu, dilengkapi 5.000 menit dan SMS ke sesama IM3 dan Tri serta akses layanan streaming.

Sementara itu, EVP-Head of Circle Java Indosat Fahd Yudhanegoro, mengatakan pada Ramadan ini Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) memperkuat jaringan melalui kampanye #LebihBaikIndosat di wilayah Circle Java, mencakup Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara. Penguatan jaringan dilakukan di lebih dari 25 jalur mudik dan 291 titik keramaian (point of interest/POI), termasuk 94 POI di Jawa Tengah.

“Penguatan jaringan kami lakukan untuk memastikan pelanggan tetap lancar berkomunikasi selama Ramadan dan Idulfitri. Tetap terhubung tanpa gangguan, baik di kota besar maupun daerah tujuan mudik,” ujarnya.

Di Jawa Tengah, proyeksi puncak kenaikan trafik data selama Ramadan mencapai 37,6 persen, dengan lonjakan tertinggi di Wonogiri, Grobogan, Kebumen, Blora, dan Purworejo. Selain melalui IM3, Fahd Yudhanegoro bilang, Indosat juga mengedukasi generasi muda lewat brand Tri melalui kampanye #PilihanBijak, serta menyediakan layanan internet rumah portabel melalui HiFi Air untuk mendukung mobilitas pelanggan selama mudik. (add)