PT Telkom Regional 3 menanam 10 ribu pohon produktif di Desa Bengking Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten, Kamis (16/04).
KLATEN, solotrust.com - Bagi para petani di Dukuh Karangkendal, Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, menjaga tanah bukan sekadar soal hari ini, tetapi tentang masa depan yang ingin mereka wariskan. Tanah yang subur, lingkungan yang lestari, serta sumber penghidupan yang berkelanjutan menjadi harapan yang terus dirawat dari generasi ke generasi.
Kesadaran itulah yang mendorong Kelompok Tani Sarono Makmur bersama Yayasan Sosial Joglo Foundation untuk melakukan gerakan penanaman pohon produktif di wilayah mereka. Di tengah tantangan perubahan kondisi lingkungan dan risiko erosi, masyarakat mulai melihat bahwa menanam pohon bukan hanya tentang penghijauan, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam sekaligus membuka peluang ekonomi.
Melalui kegiatan ini, sekitar 10.000 bibit pohon ditanam secara bertahap di lahan milik petani dan area pinggiran hutan. Jenis tanaman yang dipilih merupakan komoditas bernilai ekonomi seperti alpukat, durian, nangka merah, serta kakao atau cokelat, yang tidak hanya mampu memperkuat struktur tanah tetapi juga berpotensi memberikan hasil panen di masa mendatang.
Dalam keterangan pers yang diterima solotrust.com, Amir Syafrudin sebagai SM Shared Service & General Support Telkom Regional 3 mengatakan , bahwa seperti yang di harapkan Presiden Indonesia , PT Telkom Regional 3 hadir untuk menanam 10 ribu pohon produktif yang di harapkan bisa bermanfaat secara berkesinambungan kepada kelompok tani di desa Bengking Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten pada Kamis (16/04).
“ Di harapkan pohon ini bisa tumbuh produktif bermanfaat kepada warga masyarakat, seperti yang diutarakan Bupati Klaten diharapkan desa pengging kecamatan Jatinom bisa menjadi desa Agrowisata,” ujarnya.
Bagi para petani, kehadiran tanaman-tanaman tersebut menjadi bentuk investasi jangka panjang. Akar pohon yang kuat diharapkan mampu menahan laju erosi, menjaga kesuburan tanah, serta memperbaiki kualitas lingkungan sekitar.
“Di sisi lain, hasil buah dan kakao yang akan dipanen ke depan diharapkan dapat menambah sumber pendapatan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga,” tambahnya.
Gerakan ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempererat kebersamaan warga. Inisiatif ini dapat terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, khususnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbkmelalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mendorong terciptanya dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui program TJSL Telkom, masyarakat tidak hanya mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan penanaman pohon, tetapi juga didorong untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis lingkungan secara berkelanjutan.
“ Dukungan tersebut menjadi penguat bagi upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan, serta membuka peluang agar gerakan serupa dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah,”ungkap Amir.
Bagi masyarakat Dukuh Karangkendal, gerakan ini menjadi fondasi penting dalam membangun keberlanjutan lingkungan dan ekonomi desa. Penanaman pohon tidak hanya menghadirkan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang.
