Salah satu penampilan seni dalam acara Indonesian Disability Art & Culture Festival (INDACT) 2025 di Balai Kota Solo, Sabtu (22/11/2025). (Foto: Dok. solotrust.com/Fanissya Suryaningrum)

SOLO, solotrust.com - Komitmen Kota Surakarta (Solo) terhadap inklusivitas kembali ditunjukkan dengan menjadi tuan rumah perhelatan akbar perdana, Indonesian Disability Art & Culture Festival (INDACT) 2025. Festival ini berlangsung selama tiga hari penuh, mulai Jumat hingga Minggu (21-23/11/2025), dan berpusat di Balai Kota Solo, menjadikannya event disabilitas paling komprehensif yang pernah diadakan di Indonesia.
 
Inisiator acara, Jentina Pakpahan, menjelaskan secara gamblang dalam wawancara dengan solotrust.com, Sabtu (22/11/2025). INDACT 2025 bertujuan utama untuk memberikan panggung, wadah, dan perhatian setara bagi para penyandang disabilitas di dunia seni dan budaya.
 
"Teman-teman disabilitas memiliki potensi luar biasa. Mereka seharusnya tidak dikasihani, melainkan diberikan kesempatan yang sama untuk berkarya dan menunjukkan bakatnya," kata Jentina Pakpahan.
 
Menurutnya, festival ini adalah respons nyata terhadap kebutuhan disabilitas agar dapat berdaya dan diakui bakatnya.
Rangkaian kegiatan festival ini sangatlah luas. 
 
Pada sesi edukasi, diselenggarakan seminar nasional melibatkan Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta berbagai dinas terkait. Peserta juga dapat mengikuti berbagai workshop inklusi, seperti seni rupa, musik, teater, tari, hingga mini workshop barista. Festival ini juga mendukung pengembangan literasi melalui program pelatihan pustakawan bagi sepuluh Sekolah Luar Biasa (SLB) terpilih.
 
INDACT juga membuka kesempatan pemberdayaan ekonomi dan karier. Terdapat layanan konsultasi talent mapping gratis dari Universitas Telkom, lowongan kerja (Loker) yang dibuka Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) gratis untuk 20 karya disabilitas yang didukung penuh Rebrida. Selain itu, terdapat pameran karya seni dan Disability Poster Exhibition menampilkan visualisasi kemampuan mereka.
 
Puncak acara festival ini adalah INDACT Gala Awards pada Minggu. Dalam momen tersebut, penghargaan Anugerah Prakarsa Inklusi akan diberikan kepada Pemerintah Kota Solo sebagai apresiasi atas upaya mereka menjadi Kota Ramah Disabilitas. 
 
INDACT juga menggelar Special Greatest Talent, ajang kompetisi bagi disabilitas usia tujuh tahun ke atas untuk menunjukkan bakat. Para pemenang akan tampil dalam pertunjukan teater musikal di INDACT tahun berikutnya.
 
Di hari terakhir, Minggu (23/11/2025), digelar Serawung Minggu atau Family Day, bersifat inklusif untuk masyarakat. Kegiatan ini dimeriahkan dengan tari keroncong massal, talkshow, serta layanan kesehatan gratis seperti donor darah dan screening gigi. 
 
Jentina Pakpahan berharap, melalui Forum Group Discussion (FGD), INDACT dapat menghasilkan rumusan untuk penerbitan buku disabilitas yang akan diluncurkan pada INDACT 2026. INDACT 2025 telah disepakati akan menjadi acara tahunan di Solo, menunjukkan komitmen jangka panjang untuk memperkuat budaya inklusi di kota ini.
 
*) Reporter: Fanissya Suryaningrum/Zulaikhah Nur Istiqomah