Para general manager (GM) Hotel Ciputra dari wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat, kembali menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bersama, Rabu (12/11/2025). (Foto: Dok. solotrust.com/Shintia Maharani)

SOLO, solotrust.com - Para general manager (GM) Hotel Ciputra dari wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat, kembali menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bersama, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini telah memasuki pelaksanaan keempat, secara khusus menyasar Rumah Bahagia, sebuah lokasi yang dinilai jarang mendapat perhatian dan bantuan dari korporasi.

Dua sosok sentral menggerakkan inisiatif ini, General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erni Kusumastuti dan Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo, Niki Mirzam Abdurrozaq, menjelaskan tujuan utama dan harapan di balik aksi sosial ini dalam sesi wawancara.

Erni Kusumastuti menegaskan, kegiatan CSR bersama ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab moral perusahaan dan upaya untuk menunjukkan kekompakan GM Hotel Ciputra di tiga wilayah.

“Salah satu tanggung jawab besar kita dari Grup Swiss-Bel International adalah untuk CSR. Sebelumnya, hotel kami selalu mengadakan sendiri-sendiri, jadi kami berpikir, kenapa tidak melakukan CSR bersama? Jadi, kami menunjukkan betapa kami itu satu keluarga dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan dari Jakarta,” kata Erni Kusumastuti di hadapan media.

Ia menjelaskan, kegiatan keempat ini dilakukan di Rumah Bahagia setelah sebelumnya menyasar panti asuhan, relawan penggendong jenazah, dan porter stasiun. Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan setelah tim melakukan survei pendahuluan.

“Kami memberikan bantuan sembako, kemudian berupa uang tunai juga, dan kebutuhan-kebutuhan yang memang sebelumnya sudah kami konsultasikan. Kami berharap bahwa apa yang sedikit kita berikan ini bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan juga menjadi bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai GM dan sebagai corporate responsibility dari Swiss-Bel International, yaitu memberikan bantuan, berbagi untuk sesama,” tambah Erni Kusumastuti.

Sementara itu, Kepala Markas Palang Merah Indonesia Kota Solo, Niki Mirzam Abdurrozaq, menjelaskan alasan kemanusiaan mendasari pemilihan lokasi di Rumah Bahagia dan peran PMI di dalamnya. Ia menyoroti kondisi para lansia yang membutuhkan uluran tangan.

“Harapan kami dengan mengekspos di Rumah Bahagia ini akan banyak memberikan efek kepada korporasi-korporasi di perusahaan lain untuk ikut berbagi kepada warga di Rumah Bahagia ini”. Jelasnya.

Niki Mirzam Abdurrozaq juga mengungkap, kondisi emosional sebagian besar warga di sana.

“Beberapa dari warga di sini adalah beliau-beliau itu tidak pernah bertemu dengan keluarganya. Tidak ada identitas yang jelas, sehingga harapan dari beliau adalah dengan kita membantu meng-up di media sosial, akan tersambung tali silaturahmi, tali keluarga dengan beliau-beliau yang memang tidak pernah melihat selama ini” harapnya.

Terkait aspek kesehatan, Niki Mirzam Abdurrozaq menjelaskan, PMI tidak hanya menampung, namun juga merawat.

“Kesehatan juga kami perhatikan di sini. Kami bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta, juga dengan Puskesmas di sana. Dokter-dokter UMS yang mau lulus harus stase di PMI. Kami juga ada kerja sama dengan rumah sakit juga di beberapa daerah, sehingga kalau ada suatu kondisi darurat sudah bisa melakukan rujukan ke sana,” jelasnya, seraya berharap semakin banyak pihak yang terlibat membantu Rumah Bahagia.

*) Reporter: Annisa Luthfi Afifah/Shintia Maharani/Zulaikhah Nur Istiqomah