Forum Kesetaraan Keadilan Gender (FKKG) Kota Solo atau yang juga dikenal sebagai FKA-KKG, resmi memperkuat struktur kepengurusannya melalui reorganisasi pada Jumat (07/11/2025). (Foto: Dok. solotrust.com/Zulaikhah Nur Istiqomah)
SOLO, solotrust.com - Forum Kesetaraan Keadilan Gender (FKKG) Kota Solo atau yang juga dikenal sebagai FKA-KKG, resmi memperkuat struktur kepengurusannya melalui reorganisasi pada Jumat (07/11/2025). Pertemuan yang menjadi momen penting evaluasi kinerja dan penetapan pengurus baru ini dihadiri berbagai perwakilan lembaga masyarakat dan akademisi.
Dua sosok sentral dalam forum tersebut, yakni Kepala Bidang Kualitas Hidup Perlindungan Perempuan, Selfi Rawung, dan Ketua FKA-KKG terpilih, Rina Herlina Haryanti dari PPKG LPPM UNS (Pusat Penelitian dan Kajian Gender - LPPM UNS), menegaskan komitmen untuk menjadikan forum ini sebagai garda terdepan dalam agenda Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG).
Selfi Rawung menjelaskan, reorganisasi ini bertujuan utama untuk mengintegrasikan dan memperkuat organisasi yang mampu mendukung Pengarusutamaan Gender (PUG). Dengan masa kepengurusan lama telah usai, langkah ini krusial untuk memastikan setiap lembaga tergabung dalam FKKG menjadi 'motor penggerak' yang aktif dalam memromosikan KKG di bidangnya masing-masing.
"Tujuannya adalah menjadikan lembaga-lembaga ini menjadi motor penggerak di organisasinya masing-masing untuk promosi kesetaraan gender, baik dari program pendidikan, kesehatan, sosial budaya, lingkungan hidup, dan hukum," ujar Selfi Rawung.

Keterlibatan Rina Herlina Haryanti yang berasal dari unsur akademisi, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota dan sektor penelitian. Peran PPKG LPPM UNS akan vital dalam memastikan pendekatan FKKG didukung kajian ilmiah dan advokasi kuat, terutama dalam memberikan pelayanan berupa konseling, edukasi, dan pendampingan bagi kelompok rentan.
FKKG sendiri ke depan akan bertransformasi menjadi Lembaga Penyedia Pemberdayaan Perempuan (LPP) yang menjadi indikator kunci dalam penilaian penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (PPE).
Kendati menunjukkan komitmen kuat, Selfi Rawung mengakui tantangan besar masih membayangi, terutama terkait keterbatasan anggaran dan belum meratanya implementasi FKKG di luar wilayah Solo. Menghadapi penurunan anggaran pada 2025 dan potensi refocusing, ia berharap kepengurusan baru ini memiliki inisiatif tinggi dan kemandirian.
"Lembaga yang menjadi LPP ke depan tidak boleh menunggu dari anggaran kami. Mereka harus aktif dan didorong untuk berpikir lebih kreatif, mencari dukungan swadaya, sehingga kinerja mereka tetap berdampak kepada masyarakat rentan," tegasnya.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan dukungan akademik-advokasi, kepengurusan FKKG Solo yang baru diharapkan mampu mewujudkan program KKG mandiri, efektif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
*) Reporter: Zulaikhah Nur Istiqomah
