BBGTK Jateng menggelar kegiatan Sinkronisasi dan Koordinasi Program Kerja 2026 bersama Daerah di Hotel Sahid Jaya Solo, Senin (23/02/2026). (Foto: Dok. solotrust.com/Anastasya Zefanya)
SOLO, solotrust.com - Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melakukan reposisi strategi besar-besaran dalam program pengembangan pendidik tahun anggaran 2026. Tidak lagi sekedar berfokus pada aspek administratif atau metode pengajaran (pedagogis) umum, BBGTK Jateng kini mengarahkan bidikan pada penguatan kompetensi profesional guru untuk mendongkrak kualitas hasil belajar siswa di kelas.
Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika pendidikan nasional yang semakin kompetitif, terutama dengan mulai diberlakukannya Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara luas. Meskipun saat ini TKA belum bersifat wajib sepenuhnya, hasil tes tersebut menjadi indikator krusial bagi kualitas daya saing siswa di tingkat nasional.
Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Tengah, Darmadi, mengatakan tujuan utama BBGTK adalah mensinergikan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar bisa diterjemahkan dengan baik oleh pemerintah daerah.
“Kami ingin apa yang dirancang di pusat benar-benar dirasakan hasilnya di tingkat para guru, terutama saat mereka kembali ke kelas masing-masing,” kata Darmadi dalam keterangannya saat acara Sinkronisasi dan Koordinasi Program Kerja BBGTK Jateng Bersama Daerah Tahun 2026 di Hotel Sahid Jaya Solo, Senin (23/02/2026).
Ia menambahkan, tren pengembangan guru tahun ini akan mengalami pergeseran signifikan. Jika tahun-tahun sebelumnya fokus banyak tersita pada aspek cara mengajar, pada 2026 ini penguasaan materi mata pelajaran atau kompetensi profesional menjadi prioritas utama.
“Sudah waktunya kita menguatkan guru dari sisi kompetensi profesionalnya. Guru tentu ingin anak-anak didiknya memperoleh hasil TKA yang tinggi, dan itu hanya bisa dicapai jika gurunya memiliki penguasaan materi mumpuni. Kami optimis dengan antusiasme kehadiran kepala dinas pendidikan yang mencapai 90 persen dalam koordinasi ini, komitmen peningkatan mutu ini akan berjalan linier hingga ke pelosok daerah,” imbuh Darmadi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kerja (Katimja) Kemitraan dan Fasilitasi BBGTK Jateng, Aulia Nurul Hudha, menjelaskan pihaknya tengah melakukan pendataan masif terhadap kebutuhan belajar guru di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Data ini nantinya akan digunakan untuk merumuskan ‘Model Kompetensi’ spesifik dan relevan dengan kondisi lapangan.
“Kami tidak ingin menyamaratakan program, setiap daerah punya tantangan berbeda. Melalui pendataan ini, kita akan tahu model kompetensi apa yang paling tepat bagi guru di wilayah tertentu. Apakah mereka butuh penguatan di literasi, numerasi, atau spesifik ke materi sains dan sosial. Inilah yang akan menjadi fokus inovasi BBGTK Jateng di tahun 2026," jelas Aulia Nurul Hudha.
Melalui kolaborasi erat antara BBGTK Jateng, Dinas Pendidikan, serta BPSDMD/BKD di seluruh wilayah Jawa Tengah, diharapkan terwujud ekosistem pendidikan lebih sehat. Masyarakat, terutama orang tua siswa, kini dapat berharap pada layanan pendidikan lebih substansial, di mana guru tidak hanya hadir sebagai pengajar, namun sebagai pakar materi yang mampu mengantar siswa meraih prestasi akademik tertinggi di level nasional.
*) Reporter: Arien Gita Maharani/Anastasya Zefanya
