Kamis , 13 Mei 2021

Sejarah Masjid Gedhe Keraton Ngayogyakarta, Pernah untuk Memutus Perkara Perdata

1 Mei 2021 12:31 WIB


Masjid Gedhe Keraton Ngayogyakarta (Foto: Instagram-@kratonjogja)

Solotrust.com - Keraton Ngayogyakarta merupakan salah satu penerus dari keraton Kerajaan Mataram Islam. Keraton Ngayogyakarta memiliki beberapa masjid yang dikelola pihak setempat dan sering disebut dengan Masjid Kagungan Dalem.

Arti masjid sendiri, menurut akun Instagram resmi @kratonjogja berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat bersujud. Sementara Kagungan Dalem berarti Milik Raja. Salah satu masjid Kagungan Dalem Keraton Ngayogyakarta ialah Masjid Gedhe, dibangun di sisi Barat Alun-Alun Utara dan Barat Daya Pasar Beringharjo.



"Masjid Gedhe didirikan pada Hari Ahad Wage 29 Mei 1773 Masehi atau 6 Rabi'ul Akhir 1187 Hijriah/Alip 1699 Jawa. Pendirian tersebut ditandai dengan candra sengkala yang berbunyi Candra Trus Winayang Jalma, sengkalan tersebut tertulis pada prasasti di serambi masjid," tulis laman resmi Keraton Ngayogyakarta.

Masjid Gedhe Ngayogyakarta didirikan atas prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwono I dan Kiai Fakih Ibrahim Diponingrat yang merupakan penghulu keraton dan bergaya arsitektur Masjid Demak.

Selain digunakan sebagai tempat beribadah, Masjid Gedhe pada zaman awal pemerintahan Kasultanan Yogyakarta juga digunakan sebagai tempat untuk menyelesaikan masalah berkaitan dengan hukum Islam, terutama masalah perkara perdata yang dilakukan di serambi masjid. Selain itu, Masjid Gedhe juga digunakan sebagai tempat pertemuan alim ulama, pengajian dakwah Islamiyah dan peringatan hari besar. (dd)


(and_)
  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com