Kamis , 13 Mei 2021

Singkirkan Bezos, NASA Gandeng Elon Musk Bangun Pendarat Bulan

17 April 2021 15:25 WIB


NASA telah memilih perusahaan SpaceX milik Elon Musk untuk membangun pendarat manusia di bulan (Foto: BBC/NASA)

Solotrust.com - NASA telah memilih perusahaan SpaceX milik Elon Musk untuk membangun pendarat manusia di bulan. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ini akan kembali mengirim astronaut pria dan wanita pertama ke permukaan bulan lewat program Artemis.

Tujuan lain dari program ini adalah untuk mendaratkan orang pertama di bulan selain dari kulit putih. Pendarat ini didasarkan pada pesawat Starship SpaceX yang sedang diuji di sebuah situs di Texas Selatan.



Selain SpaceX, ada dua perusahaan pesaing memperebutkan proyek prestisius itu, yakni Blue Origin milik pendiri Amazon Jeff Bezos serta Dynetics yang berbasis di Alabama. Nilai total kontrak yang diberikan kepada perusahaan Musk adalah US$2,89 miliar.

"Dengan penghargaan ini, NASA dan mitra kami akan menyelesaikan misi demonstrasi awak pertama ke permukaan bulan pada abad ke-21 saat badan tersebut mengambil langkah maju untuk kesetaraan wanita dan eksplorasi ruang angkasa dalam jangka panjang," kata Kepala Organisasi Eksplorasi Manusia, Kathy Lueders, dikutip dari BBC, Sabtu (17/04/2021).

"Langkah kritis ini menempatkan umat manusia di jalur menuju eksplorasi bulan yang berkelanjutan dan terus mengawasi misi yang lebih jauh ke tata surya, termasuk Mars."

Program Artemis yang dimulai di bawah pemerintahan Trump, menargetkan kembali mendaratkan manusia ke permukaan bulan pada 2024. Namun kekurangan dana untuk sistem pendaratan telah membuat tujuan itu tidak dapat dicapai.

Elon Musk telah mengembangkan desain Starship selama bertahun-tahun. Pesawat luar angkasa besutan SpaceX itu menyerupai kapal roket dari zaman keemasan fiksi ilmiah. Ini merupakan komponen penting dari rencana jangka panjang Musk untuk menempatkan manusia di Mars.

Starship SpaceX akan berfungsi sebagai pendarat yang mengangkut astronaut dari orbit bulan ke permukaan. Dengan kabin luas dan dua kunci udara, memungkinkan astronaut keluar dari pesawat untuk moonwalk. Ini berbeda jauh dari modul bulan (LM) yang membawa 12 orang ke permukaan bulan di bawah program Apollo AS antara 1969 dan 1972.

Kendaraan baru itu akan dikenal sebagai Human Landing System (HLS). Belakangan, NASA telah memilih lebih dari satu perusahaan untuk melakukan layanan transportasi ruang angkasa, memberikan opsi jika salah satu dari mereka gagal mengirimkannya.

Namun, NASA hanya menerima US$850 juta dari US$3,3 miliar yang diminta Kongres untuk membangun pendarat bulan. Dalam sebuah pernyataan, Lueders mengatakan meskipun badan tersebut tetap berkeinginan untuk melestarikan lingkungan yang kompetitif pada tahap program HLS ini, anggarannya saat ini menghalangi mereka untuk memilih dua perusahaan, seperti yang diharapkan. (and)

(end2021)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com