Jumat , 16 April 2021

I.M MONSTA X Eksplorasi Dualitas dalam Album Duality

21 Februari 2021 20:01 WIB


I.M MONSTA X dalam salah satu foto konsep "Duality" (Dok. Starship Entertainment)

Solotrust.com -  I.M MONSTA X debut solo dengan merilis album digitalnya "Duality" pada 19 Februari 2021. Album ini berisi 5 lagu dengan lagu utama "God Damn", yangmana I.M berperan baik sebagai komposer, arranger maupun penulis lirik untuk keseluruhan lagunya. Lagu-lagu lain dalam album ini adalah "Howlin'", "Burn", "Happy to Die", dan "시든 꽃" (Flower-ed)".

Terkait duality atau dualitas, I.M sendiri sebelumnya pernah menyebut tentang hal itu dalam wawancaranya, seperti dengan Refinery29. Saat dimintai tanggapan tentang dualitas yang menjadi ciri khas grup itu, I.M mengatakan dia berpikir bahwa semua orang memiliki dualitas.



 “Saya pikir setiap orang memiliki dualitas di dalamnya. Kami hanya ingin jujur di atas panggung dan ingin berkomunikasi dengan penggemar kami. Itulah mengapa kami ingin menunjukkan semua sisi berbeda dalam diri kami," kata pemilik nama lahir Im Changkyun itu.

Meski I.M telah merilis sejumlah lagu solo, namun formatnya adalah mixtape, seperti "Who Am I" featuring Yeseo, "Fly With Me", dan "Horizon" featuring Elhae. Rilis ini menandai debut solonya rapper itu sejak debut sebagai anggota MONSTA X pada 14 Mei 2015.

Dikutip dari Metro.co.uk, lagu "God Damn" adalah tentang berbohong kepada diri sendiri bahwa Anda baik-baik saja, meski sebenarnya tidak. Tema ini berasal dari pengalaman I.M sendiri.

"'God Damn' biasanya digunakan dengan cara yang buruk tetapi dapat digunakan dengan cara yang baik, ketika Anda menyukai sesuatu. Itu memiliki arti ganda bagi saya," kata I.M kepada media asal Inggris itu.

Rapper itu juga mengatakan, "Saya menaruh banyak pesan tentang situasi saya sendiri di dalam lagu itu, karena saya mengalami waktu yang sangat sulit pada saat itu dan saya ingin menjadi baik. Saya terus berkata pada diri saya sendiri, 'kamu akan baik-baik saja, God Damn kamu akan baik-baik saja', sesuatu seperti itu."

"'God Damn' sangat berarti bagi saya. Seluruh album adalah bayi saya dan saya yang membuatnya, tapi untuk 'God Damn', liriknya banyak menggambarkan saya. Saya merasa jika Anda bersama seseorang dan Anda merasa seperti Anda yang sebenarnya, saya merasa God Damn juga seperti itu," tambahnya.

Saat ditanya apa yang membantunya mengatasi kesulitan itu, dia berkata, "'God Damn' membantu saya. Berbohong kepada diri sendiri bahwa Anda baik, Anda baik-baik saja, suatu hari Anda akan baik-baik saja dan waktu akan memikirkannya, dan itu berhasil."

Dalam wawancaranya dengan Teen Vogue, I.M juga sedikit menceritakan bagaimana saat dia menulis lagu itu. "Ketika saya mengerjakan 'God Damn', secara pribadi saya mengalami sedikit masa sulit. Seperti yang dilakukan semua orang, ada kalanya berbagai aspek yang ditemukan dalam diri saya terasa sulit bagi saya, dan sebaliknya, ada kalanya hal itu baik. Saya pikir saya berusaha keras untuk mengungkapkan penghargaan universal seperti itu dengan cara saya sendiri. Dalam prosesnya, itu adalah kenangan yang baik bahwa saya bekerja keras tanpa mengetahui waktu berlalu."

Sementara itu terkait dengan kata "duality" sendiri I.M berkata, "Kata itu sangat cocok dengan saya karena dualitas adalah seperti kepribadian saya juga. Setiap orang memiliki banyak sisi. Anda memiliki banyak sisi di diri Anda. Saya punya banyak sisi di diri saya, entah sedih atau bahagia. Anda memiliki banyak bagian yang berbeda untuk diri Anda sendiri."

Berdasarkan definisi, dualitas adalah kualitas atau keadaan yang memiliki dua bagian atau elemen yang berbeda atau berlawanan. Dualisme Cartesian berbicara tentang dasar-dasar pikiran versus fisik. Sedangkan berbagai aliran filsafat Timur berbicara tentang kesadaran dan materi.

I.M memiliki pendapat sendiri terkait itu, yang merupakan terjemahan yang lebih metaforis dari kesenjangan antara dunia yang ideal dan kenyataan, dan permainan antara apa yang ada di luar dibandingkan dengan pemikiran terdalamnya. Ia berkata, “Saya pikir semua orang sama. Anda selalu memikirkan impian Anda. Anda membayangkan banyak hal. Tapi kenyataan sangat sulit sehingga Anda tidak bisa menyediakan waktu untuk diri sendiri," katanya.

Ia melanjutkan, "Jadi, saya tidak mencoba untuk kehilangan diri saya sendiri. Saya pikir saya di sini karena saya sedang bermimpi. Saya harus terus mempertanyakan diri saya sendiri. Itu dunia yang ideal bagi saya."

Berlanjut ke lagu selanjutnya yakni "Howlin", I.M merenungkan suka dan duka dalam hidup. “Saya terkadang membuat diri saya sendiri kesepian. Saya mengisolasi diri saya sendiri saat saya stres atau depresi. Tetapi saat Anda sendirian, terkadang Anda tidak ingin sendirian. Anda ingin sendiri tetapi pada saat yang sama, Anda ingin bersama seseorang. Itu juga dualitas," kata I.M, dikutip dari wawancaranya dengan Teen Vogue via Zoom.

Untuk "Burn", lagu itu berkisar tentang "membakar" atau memutuskan hubungan dengan masa lalu, yang kemudian mengarah pada kedamaian.

Untuk lagu "Happy to Die", dalam wawancaranya dengan Radio.com, ia mengatakan menemukan inspirasi  dari film "Eternal Sunshine of the Spotless Mind" (2004).

"Saya sedang menonton 'Eternal Sunshine' saat itu dan saya mendapat inspirasi dari film itu dan saya menamai lagu itu 'Happy to Die' karena Jim Carrey berkata di danau yang membeku, 'Saya bisa mati sekarang Clem,' jadi saya mendapat inspirasi dari situ," jelasnya.

Untuk lagu "Flower-ed", masih dari Teen Vogue, I.M mengatakan, "Saya menyadari bahwa suara saya sangat unik. Saya tidak bernyanyi pada awalnya, seperti yang Anda tahu. Tapi banyak penggemar yang suka saat saya bernyanyi, jadi saya mendapatkan kepercayaan diri yang saya butuhkan," katanya dengan malu-malu.

Lagu itu sepenuhnya dinyanyikan dalam bahasa Korea dan terjemahannya adalah "bunga layu". Seharusnya lagu itu tidak ada di album, tetapi I.M tidak puas dengan lagu aslinya. Saat dia memikirkan bagaimana menutup album, inspirasi muncul, dan dia menulis "Flower-ed" sebagai penggantinya dalam waktu setengah jam.

I.M juga berbagi bagaimana ia memandang albumnya ini, yang dia rasa bukan tipe musik yang mainstream. Begitu mendengar album ini, Joohoney dan Hyungwon, anggota MONSTA X lain mengatakan itu sangat bagus namun bukan musik yang mainstream, dan I.M sepakat dengan itu.

"Saya tidak terlalu peduli jika itu bukan (musik) mainstream, ini adalah (musik) saya. Mereka (Joohoney & Hyungwon) bilang itu benar-benar saya. Itu adalah pujian," kata I.M.

Ia melanjutkan, "Saya tidak ingin menjadi bintang pop yang super besar, saya hanya ingin menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya." (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com