Jumat , 5 Maret 2021

Pemerintah Optimistis Perekonomian Indonesia Positif di 2021

21 Januari 2021 12:25 WIB


Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, solotrust.com - 2021 diyakini membawa perubahan ke arah positif, termasuk untuk perekonomian global. Beberapa lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan ekonomi global tumbuh di kisaran 4%-5,2% pada 2021. Hal itu antara lain disebabkan adanya tren positif dari kinerja perekonomian di sebagian besar negara pada triwulan terakhir 2020.

Pada triwulan IV 2020 lalu, ekonomi Indonesia diproyeksikan mengalami perbaikan dan akan berlanjut pada 2021 hingga tumbuh di kisaran 4,5%-5,5%. Prompt indikator menunjukkan kinerja industri dan kegiatan dunia usaha juga akan semakin baik di triwulan I 2021.



“Meskipun saat ini masih ada pembatasan sosial, namun akan kita dorong dalam waktu setahun ini,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto seperti dikutip dari situs Kemenko Perekonomian.

Pada Desember 2020 lalu, Bank Dunia merekomendasikan empat hal untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Pertama memprioritaskan kesehatan publik. Kedua, memonitor dan melanjutkan bantuan kepada rumah tangga dan korporasi, terutama masyarakat 40% terbawah. Ketiga, melakukan reformasi fiskal dan keempat reformasi struktural.

Melansir laman resmi Kementerian Keuangan RI, kemenkeu.go.id, Kamis (21/01/2021), Menko Airlangga Hartarto kemudian menuturkan faktor kunci yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional 2021. Pertama adalah menjaga konsumsi rumah tangga untuk mendorong daya beli masyarakat sebab sektor ini menyumbang 57% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 

Adapun untuk kelas menengah-atas dapat didorong kepercayaannya kembali kepada kondisi perekonomian nasional sehingga mereka mau membelanjakan uangnya lagi. Sementara untuk kelas menengah-bawah dapat dijaga daya belinya dengan menggencarkan program bantuan sosial, perlindungan sosial, maupun penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), misalnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Lalu, melakukan percepatan reformasi, baik fiskal maupun struktural, antara lain melalui UU Cipta Kerja, reformasi anggaran, dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Penyusunan Daftar Prioritas Investasi (DPI) atau positive list juga diharapkan akan membantu penambahan investasi ke dalam negeri.

Menko Airlangga juga mengatakan vaksin akan dapat menjadi game changer untuk memulihkan kondisi perekonomian nasional. Jumlah penduduk yang harus divaksinasi berdasarkan skenario herd immunity mencapai sekira 181,5 juta orang atau 70% dari total penduduk Indonesia. 

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com