Sabtu , 6 Maret 2021

Demon Slayer Berikan Dampak Ekonomi 270 Miliar Yen untuk Jepang Tahun 2020

11 Desember 2020 08:09 WIB


Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (鬼滅の刃) (Credit: Koyoharu Gotouge)

Solotrust.com - Seri manga populer "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba" telah menghasilkan dampak ekonomi setidaknya 270 miliar Yen (sekitar Rp36,548 triliun) di Jepang, demikian Dai-ichi Life Research Institute Inc. mengatakan dalam perkiraannya pada Jumat lalu, sebagaimana dilansir dari The Japan Times (5/12/2020).

Lembaga Think Tank tersebut mengatakan 85 miliar Yen berasal dari penjualan buku, lebih dari 50 miliar Yen dari penjualan terkait dengan film, dan lebih dari 130 miliar Yen dari penjualan barang-barang terkaitnya.



Capaian ini diperkirakan akan mematahkan penjualan Kumamon, maskot beruang hitam dari perfektur Kumamoto, yang memiliki dampak ekonomi 133, 4 miliar Yen selama rentang dua tahun, menurut estimasi tahun 2013 oleh Bank of Japan.

Film "Demon Slayer: Mugen Train" sendiri kini menjadi film terlaris kedua di Jepang, melampaui "Titanic". Sebagaimana dikabarkan akun Twitter resmi Demon Slayer @kimetsu_off pada 30 September lalu, film itu telah mendapat 27,5 miliar Yen, melampaui "Titanic" yang mendapat 26,2 miliar Yen. Saat ini "Demon Slayer" hanya berada di bawah "Spirited Away" dengan 30,8 miliar Yen.

Dalam hal penjualan tiket, "Demon Slayer" telah melampaui angka 20 juta tiket, sejak dibuka penayangannya pada 16 Oktober lalu.

Film ini juga mencatat rekor sebagai film Jepang tercepat yang meraih 10 miliar Yen, yakni dalam 10 hari pertamanya. Ini mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang "Spirited Away", yakni mencapai angka itu dalam 25 hari.

Film ini didasarkan pada serial manga "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (鬼滅の刃)" yang ditulis dan diilustrasi oleh Koyoharu Gotouge.

"Demon Slayer" juga menjadi manga terlaris tahun 2020. Sebagaimana dikabarkan Crunchyroll pada awal Desember ini, berdasarkan daftar yang dirilis Oricon, manga itu telah terjual sebanyak 82.345.447 kopi.

Dengan penjualan mencapai 82 juta, "Demon Slayer" pun menjadi seri manga terlaris, mematahkan rekor penjualan tahunan "One Piece" pada 2011 sebanyak 37.996.373 kopi.

Tahun lalu Demon Slayer juga menjadi manga terlaris. Capaian itu menandai untuk pertama kalinya dalam 12 tahun seri One Piece tidak memuncaki chart ranking komik tahunan Oricon. Menurut data Oricon, manga itu terjual sebanyak 12.057.628 tahun lalu, sedangkan "One Piece" sebanyak 10.134.232.

"Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba" bercerita tentang Tanjiro Kamado, seorang anak yang baik hati dan cerdas yang tinggal bersama keluarganya di era Taisho. Ia menjadi sumber pendapatan keluarga satu-satunya setelah ayahnya meninggal.

Semuanya berubah ketika keluarganya diserang dan dibantai oleh iblis. Tanjiro dan saudara perempuannya Nezuko adalah satu-satunya yang selamat dari kejadian itu, dengan Nezuko yang berubah menjadi iblis. Tetapi secara mengejutkan, Nezuko masih menunjukkan tanda-tanda emosi dan pemikiran manusia.

Setelah bertemu dengan Giyu Tomioka, pembunuh iblis, Tanjiro memutuskan untuk menjadi pembunuh iblis juga agar bisa membantu saudara perempuannya kembali menjadi manusia dan membalas kematian semua anggota keluarganya.

Manga ini telah diserialkan dalam Weekly Shonen Jump sejak Februari 2016, yang chapter-chapternya dikumpulkan dalam 17 volume pada Oktober 2019. Serial manga ini diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh Viz Media dan secara simultan diterbitkan oleh Shueisha dalam bahasa Inggris dan Spanyol di platform Manga Plus. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com