Minggu , 24 Januari 2021

Pemprov Jateng Siapkan 237 Rumah untuk PNS, Harga Mulai Rp265 juta

27 November 2020 14:35 WIB


Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan provinsi setempat, Jumat (27/11/2020)

SEMARANG, solotrust.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan merealisasikan pembangunan 237 unit rumah bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan provinsi setempat. 

“Perumahan Korpri pada saat ini kami siapkan total adalah sekitar 237 unit atau kaveling,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, ditemui usai peletakan batu pertama pembangunan rumah Korpri di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (27/11/2020). 



Arief Djatmiko menuturkan, pihaknya akan menyediakan desain rumah lebih dari satu dengan tipe 36 yang merupakan standar rumah sehat. Nantinya, lingkungan akan dibentuk menjadi area sehat, di mana setiap rumah menghadap ke jalan dengan lebar enam meter dan infrastruktur didesain di bawah sehingga terlihat bersih. 

“Jalan nanti bisa dimanfaatkan, walaupun kami juga menyiaakan sarana prasarana,” imbuhnya sembari menunjukkan lokasi pembangunan taman bermain untuk kebutuhan lingkungan. 

Diterangkan, pembangunan akan dilakukan bertahap, mengingat jumlahnya mencapai 237 unit. Proses pendaftaran bisa dilakukan secara online. Harga rumah dipatok sesuai luas lahan masing-masing, mulai Rp265 juta. 

“Nanti ada lahan yang semakin luas sampai 200 meter persegi. Tentu harganya akan meningkat,” jelas Arief Djatmiko,dilansir dari Portal Resmi Provinsi Jawa Tengah, jatengprov.go.id.

Pembangunan akan dilakukan setiap kali ada permintaan atau pemesanan. Pihaknya bekerja sama dengan Bank Jateng, sehingga prosesnya akan cepat, tanda tangan kontrak kemudian proses pelaksanaan pembangunan baru dimulai. 

“Kita lihat animonya seperti apa, semakin besar animo saya kira akan semakin cepat kita bangun,” sambungnya. 

Arief Djatmiko belum bisa menargetkan waktu pembangunan, mengingat ada beberapa sarana harus disiapkan, seperti pengurukan, pematangan lahan, maupun pemesanan. Jika di lahannya bisa langsung dibangun, maka akan segera dikerjakan. Total lahan 9,8 hektare, namun yang dipasarkan sekira dua hektare. 

“Ini mengembangkan yang sudah ada,” ucapnya. 

Arief Djatmiko menjamin untuk lahan lokasi tidak akan banjir, hanya genangan saat hujan deras. Sebab, pihaknya akan melakukan penataan drainase dan bekerja sama dengan pemerintah Kota Semarang.

Di lain pihak, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut baik pembangunan rumah Korpri, terutama bagi PNS yang belum memiliki rumah. 

”(Untuk) Yang belum punya rumah, yang sudah punya rumah enggak boleh,” ucapnya usai memimpin peletakan batu pertama di momen HUT ke-49 Korpri. 

Syarat lainnya, sudah memiliki masa kerja minimal tiga tahun sejak diangkat sebagai PNS, harus dihuni setelah rumah selesai dibangun, dan tidak boleh diperjualbelikan dalam kurun waktu lima tahun. 

Atine ayem (Hatinya nyaman-red) kalau sudah ada rumah. Makannya cukup, sandangnya cukup, rumahnya cukup, kira-kira kerjanya Insyaa Allah baik,” imbuh Ganjar Pranowo. 

Sementara Ketua Korpri Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan pembangunan bertujuan menyejahterakan anggota Korpri. Perumahan merupakan kebutuhan bagi anggota Korpri yang belum punya rumah. 

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com