Senin , 18 Januari 2021

29,12 Juta Penduduk Usia Kerja Terdampak Pandemi Covid-19

25 November 2020 19:31 WIB


Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, solotrust.com - Pandemi Covid-19 telah membawa dampak sangat signifikan pada perekonomian dan berimbas pada sektor ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan berdasarkan data BPS ada 29,12 juta orang penduduk usia kerja terdampak pandemi Covid-19.

Rincian 29,12 juta orang terdampak pandemi, yakni pengangguran karena Covid-19 sebesar 2,56 juta orang; bukan angkatan kerja karena Covid-19 sebesar 0,76 juta orang; sementara tidak bekerja karena Covid-19 sebesar 1,77 juta orang; dan yang bekerja dengan mengalami pengurangan jam kerja sebanyak 24,03 juta orang.



“Pandemi yang terjadi selama ini menyebabkan kenaikan jumlah penganggur menjadi 9,7 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen di Indonesia,” kata Menaker, saat menjadi keynote speaker pada Peluncuruan Hasil Analisis Dampak Covid-19 terhadap Perluasan Kesempatan Kerja dan Implikasinya, Selasa (24/11/2020) secara virtual.

Ida Fauziyah mengatakan, adanya pandemi ini menimbulkan tantangan besar bagi sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

“Selain dari tantangan yang masih tetap ada, yaitu sekitar 57 persen lebih penduduk bekerja memiliki pendidikan SMP ke bawah dan skill terbatas dan masih tingginya persentase pekerja yang ada di sektor informal,” tambahnya, dilansir dari laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan RI, kemnaker.go.id.

Lebih lanjut Menaker mengatakan, selain berdampak pada perubahan angka statistik ketenagakerjaan, pandemi Covid-19 juga mempercepat proses transformasi ketenagakerjaan yang sudah berlangsung akibat revolusi Industri 4.0. Menurutnya, pandemi tidak hanya membuat industri menerapkan work from home, namun juga mengubah pola konsumsi masyarakat secara luas.

Ia juga mengatakan, pandemi menuntut masyarakat untuk cepat beradaptasi dengan segala perubahan, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi digital yang merupakan inti dari revolusi industri 4.0. Teknologi membuat pekerjaan menjadi sangat fleksibel, baik secara waktu maupun tempat, sehingga pekerjaan tidak lagi harus dikerjakan dari kantor dengan jam kerja monoton. Pandemi membentuk tatanan kehidupan dan dunia kerja baru.

“Ini merupakan dampak dari pandemi yang juga harus diantisipasi agar kita tidak tertinggal dan salah mengambil langkah dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat saat ini,” ucapnya.

Melihat besarnya dampak ditimbulkan pandemi, kata Ida Fauziyah, diperlukan kebijakan tepat untuk menanggulangi dampak dari pandemi di sektor ketenagakerjaan.

“Selain untuk melindungi dan mengembalikan kesejahteraan pekerja dan masyarakat yang terdampak pandemi, kita juga harus mempersiapkan SDM pekerja kita sebaik mungkin, meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan vokasi yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pascapandemi,” katanya.

Perubahan dan perbaikan juga harus dilakukan pada ekosistem ketenagakerjaan secara keseluruhan, baik pada proses penempatan tenaga kerja, pembinaan hubungan industrial, dan pengawasan ketenagakerjaan sehingga dapat menjawab tantangan yang muncul di sektor ketenagakerjaan selama dan pascapandemi.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com