Selasa , 18 Mei 2021

Tino Sidin, Sosok Seniman Indonesia yang Jadi Google Doodle Hari Ini

25 November 2020 13:31 WIB


Google Doodle Tino Sidin

Solotrust.com - Ada yang berbeda pada tampilan halaman muka mesin pencarian Google hari ini, Rabu (25/11/2020). Google memajang gambar Pak Tino Sidin, seorang seniman lukis Indonesia. Sosok seniman besar ini ditampilkan dalam bentuk animasi bergerak di Google Doodle.

Tino Sidin ditampilkan dalam layar televisi lengkap dengan topi lukis khasnya sembari membawa pena warna merah. Sementara di hadapannya, ada lima anak tengah melukis di atas kertas warna putih. Lukisan kelima anak itu pun membentuk kata 'Google'.



Lantas siapa sebenarnya Tino Sidin hingga Google memajangnya dalam Google Doodle? Mengutip keterangan Google, Pak Tino Sidin adalah seorang pelukis sekaligus guru menggambar. Ia populer di kalangan keluarga Indonesia setelah menjadi pengisi program acara Gemar Menggambar milik TVRI di era 1980-an. Pada tayangan serial televisi itu, Pak Tino Sidin tampil mengajari anak-anak cara menggambar dan memelihara bakat kreatif mereka.

Tino Sidin lahir pada 25 November 1925 di Tebing Tinggi Sumatra Utara. Dia kali pertama mulai mengajar di kampung halamannya pada usia 20-an dan pada 1960 hijrah ke Yogyakarta.

Di Kota Pelajar, dia mendalami ilmu menggambar di Akademi Seni Rupa Indonesia (sekarang Institut Seni Indonesia). Berkat kepiawaiannya menggambar, Pak Tino Sidin diminta mengisi program acara Gemar Menggambar di TVRI Yogyakarta pada 1969. Sepuluh tahun kemudian, acara televisi itu kemudian diambil alih TVRI pusat.

Setiap Minggu sore selama dekade berikutnya, Pak Tino memperkenalkan kesenangan dan kegembiraan menggambar kepada anak-anak. Seperti kebanyakan guru, ia mengajar siswanya melalui motivasi-motivasi positif.

Pak Tino Sidin menginspirasi para siswa untuk tidak takut membuat kesalahan. Dia menyemangati anak-anak yang menonton acaranya di TV nasional, dengan menunjukkan dukungan untuk karya seni yang mereka kirimkan dengan slogan khasnya "Ya, bagus".

Karya-karya Pak Tino Sidin sendiri sering kali terinspirasi oleh kehidupan sehari-hari. Salah satu lukisannya, Empat Anak Main, misalnya, menggambarkan empat orang putrinya.

Pada 2017, sebuah museum didirikan di bekas kediaman Tino Sidin di Yogyakarta. Museum ini mengabadikan beberapa karya yang menjadi warisan dari sang seniman tercinta.

Google memperingati kelahiran Pak Tino Sidin hari ini dengan memberi judul "Mengenang Tino Sidin" yang juga bertepatan dengan Hari Guru Nasional. 25 November dikukuhkan sebagai Hari Guru Nasional dalam rangka memperingati berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia pada 1945. (and)

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com