Sabtu , 15 Mei 2021

TK Kristen Bibisluhur Terapkan KBM Home Visit Disertai Protokol Kesehatan

06 November 2020 10:49 WIB


Foto bersama usai kegiatan belajar mengajar di rumah salah satu murid.

SOLO, solotrust.com- Pandemi covid 19 membawa dampak bagi semua sektor, tak terkecuali di dunia pendidikan. Demi menjaga keamaan para siswanya dari bahaya covid 19, TK Kristen Bibisluhur akhirnya harus melakukan modifikasi sistem kegiatan belajar mengajarnya, baik melalui daring maupun luring.

Kepala TK Kristen Bibisluhur, Wirasih Purnawanti mengatakan, agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dapat berjalan baik maka model pembelajaran daring pun diterapkan. Setiap hari Senin para orang tua wali akan mengambil bahan ajar ke sekolah, setelah itu murid mengerjakan dan hasilnya diunggah di Whatsapp grup.  



“Untuk kegiatan KBM di TK Kristen Bibis Luhur ini ada sistem daring dan luring, jadi setiap hari Senin setiap wali murid dianjurkan untuk mengambil bahan ajar, karena anak-anak kalau dikasih kegiatan itu selalu senang dan lebih bersemangat. Kami juga tekankan terus agar menjaga kesehatan dari bangun tidur sampi mau tidur kembali dipantau dari WA grup.” Jelasnya saat kegiatan home visit di rumah salah satu murid, Jumat (6/11/2020).

Selain itu untuk mengurangi kebosanan anak didik, model belajar luring juga dilakukan, yakni dengan home visit, dimana para guru akan berkunjung ke rumah murid dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Untuk pembelajaran kami juga ada sistem home visit, jadi para guru berkunjung ke rumah anak-anak tetap dengan protokol kesehatan.” Terangnya.

Pembelajaran model home visit sendiri dilakukan secara bergiliran di rumah-rumah para siswa. Pesertanya pun terbatas, hanya sekitar 2 atau 3 siswa yang mengikuti, tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu wali murid TK Bisisluhur, Yustina Heny mengatakan, kegiatan belajar home visit sangat bagus. Model pembelajaran tersebut dapat menghilangkan kebosanan dan menjadi ajang bagi siswa untuk bertemu para guru dan teman-temannya meski terbatas karena harus mengikuti prosedur protokol kesehatan.

“Anak-anak kembali bersemangat untuk belajar, menghilangkan rasa bosan dan temu kangen juga dengan bunda guru dan teman-teman meski hanya 1 atau 2 orang dengan tetap menjalankan prokes.” Ujarnya.

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com