Jumat , 30 Oktober 2020

Pemerintah Libatkan MUI Pastikan Kehalalan Vaksin Covid-19

17 Oktober 2020 09:51 WIB


Ilustrasi vaksin Covid-19 (Google)

JAKARTA, solotrust.com - Pemerintah terus melakukan langkah-langkah persiapan untuk pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Selain vaksin Merah Putih dikembangkan periset di Indonesia, pengadaan vaksin juga dilakukan melalui kerja sama dengan negara lain.

Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin, menjelaskan pemerintah telah melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak awal pandemi. Fatwa MUI banyak menjadi acuan, mulai dari ibadah salat Jumat, salat Idulfitri, salat Iduladha, pembayaran zakat yang dapat dipergunakan untuk penanggulangan pandemi, tata cara beribadah bagi tenaga medis yang menggunakan baju hazmat, serta pemulasaran jenazah.



“Untuk vaksin, saya sudah minta (MUI) dilibatkan dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin, audit di pabrik vaksin, termasuk kunjungan ke fasilitas vaksin di RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Kemudian juga terus menyosialisasikan ke masyarakat dalam rangka vaksinasi,” ungkapnya, dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id, Sabtu (17/10/2020).

Wapres menekankan vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang memiliki otoritas dalam hal ini MUI.

“Tetapi kalau tidak halal, namun tidak ada solusi selain vaksin tersebut, maka dalam situasi darurat bisa digunakan dengan penetapan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia,” imbuhnya.

Perusahaan pembuat vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab serta Sinovac dan CanSino dari RRT telah menyampaikan komitmennya untuk memasok vaksin ke Indonesia. Dilansir dari laman maritim.go.id, tim inspeksi terdiri atas unsur Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, MUI, dan Bio Farma, Rabu (14/10/2020), bertolak ke Tiongkok untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino. Sementara data untuk vaksin G42/Sinopharm produksi Uni Emirat Arab akan diambil dari data uji klinis di negara itu.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengungkapkan MUI dilibatkan dalam proses pengujian data guna menjamin kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino, begitu pula dengan vaksin G42/Sinopharm.

“MUI-nya Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) sudah menyatakan no issue dengan kehalalan vaksin G42,” ucapnya.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com