Rabu , 3 Maret 2021

Penambahan Covid di Boyolali pada Klaster Jenguk Saudaranya

11 Oktober 2020 10:02 WIB


Ilustrasi.

BOYOLALI, solotrust.com– Ada penambahan klaster baru kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Boyolali. Penambahan kasus Selasa-Jumat (6-9/10/2020) sebanyak 77 kasus.

Hal tersebut dikatakab, Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina kepada wartawan, Jumat (9/10/2020).



Dikatakanya, penambahan lima klaster tersebut yaitu klaster yang berasal dari Desa Pulutan. Dimana, salah seorang saudara menyenguk keluarganya yang sedang sakit. Besuknya di rumah, teridentifikasi ada 26 kontak erat dan setelah dilakukan skrining dengan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction atau tes swab).

"Ini klater menjenguk. Teridentifikasi ada 8 yang positif,” ungkap Lina.

Dia menjelaskan, selain klaster JHP Pulutan yang mengalami penambahan sejumlah delapan kasus, ada pula klaster ABP Dibal sejumlah enam kasus, klaster MNA Kebonan sejumlah tiga kasus, klaster tenaga kesehatan (Nakes) dr. Oen sejumlah satu kasus, dan klaster JPT Gombang sejumlah tiga kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Dari 77 kasus tersebut dikonfirmasi pada hari yang berbeda, pada Selasa (6/10/2020) terkonfirmasi sebanyak 13 kasus, Rabu (7/10/2020) terdapat 21 kasus, Kamis (8/10/2020) sebanyak 20 kasus dan pada Jumat (9/10/2020) terdapat penambahan kasus sebanyak 23 kasus," jelas Lina.

Ia menambahkan, sebanyak 77 kasus positif Covid-19 tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain di Kecamatan Ampel, Andong, Banyudono, Boyolali, Cepogo, Gladagsari, Juwangi, dan Karanggede. Selain itu, ada pula yang berasal dari Kecamatan Nogosari, Mojosongo, Ngemplak, Sawit, Simo, Teras, Wonosamodro, dan Sambi.

"Sehingga, akumulasi jumlah keseluruhan pasien postif Covid-19 di Kabupaten Boyolali menjadi 945 kasus. Dimana 945 kasus tersebut yang posisi masih dirawat ada 87, yang melaksanakan isolasi mandiri 107, sudah selesai isolasi 716 dan meninggal 35. Dengan data tersebut, kondisi di Boyolali untuk prosentase kesembuhan sebesar 76 persen, sedangkan prosentase kematian ada empat persen,"katanya. (Jaka) 

()

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com