Selasa , 1 Desember 2020

Tangani Klaster Ponpes, Ganjar: Butuh Protokol Khusus

1 Oktober 2020 13:31 WIB


Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo (Foto: jatengprov.go.id)

SEMARANG, solotrust.com – Menangani kasus penyebaran Covid-19 di Pondok Pesantren (Ponpes) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan dibutuhkan protokol kesehatan khusus serta kerja sama antara pemerintah dengan ulama dan pengelola ponpes.

“Kuncinya ada di para kiai, nyai, sesepuh, kemudian peran Kemenag (Kementerian Agama) menjadi penting, ulama bisa bertemu untuk sama-sama buat aturan protokol di pesantren,” kata Ganjar Pranowo saat video conference Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di pesantren dengan Menko Marinvest, Luhut Binsar Panjaitan, Rabu (30/09/2020), dilansir dari Portal Resmi Provinsi Jawa Tengah, jatengprov.go.id.



Gubernur mengatakan potensi penyebab penularan Covid-19 juga penting untuk diketahui oleh masyarakat pesantren. Untuk itu, dibutuhkan kader yang dilatih untuk memberi edukasi dan menambah literasi. Nantinya, para kader didampingi Dinas Kesehatan setempat dan organisasi, seperti RMI hingga Asosiasi Para Gus (Asparagus).

“Terus kemudian protokolnya dibuat. Nah setelah itu nanti akan kita ketahui kekurangannya apa, ya mari pemerintah membantu, maka butuh kerja sama antara pengelola ponpes dengan pemerintah,” jelas Ganjar Pranowo.

Selain itu, munculnya ketakutan pada masyarakat pesantren mengenai stigma orang terpapar Covid-19 juga harus segera diubah.

“Ini penting karena kalau enggak akan menjadi keresahan. Kita mesti jaga perasaan dan kepada para ulama-ulama, memang penting untuk kita bicara,” tegasnya.

Di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pengecekan penerapan protokol kesehatan terus dilakukan hingga hari ini. Secara khusus, gerakan Jogo Santri terus digencarkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

“Di Jateng sudah mulai namanya Jogo Santri, Jogo Kiai, Pak Wagub Gus Yasin sudah jalan, meskipun belum semua,” sebut Ganjar Pranowo.

Gubernur menegaskan penanganan Covid-19 di pesantren harus dilakukan dengan cepat mengingat ponpes menjadi salah satu tempat berpotensi menjadi klaster.

“Sebenarnya itu terjadi ya sama kayak di kantor juga, maka jangan kemudian diberikan stempel-stempel yang berlebihan, maka kita siap untuk membantu,” tandasnya.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com