Jumat , 4 Desember 2020

Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2020 Dibuka, Ini Syaratnya

26 September 2020 15:31 WIB


Ilustrasi (Google)

TANGERANG SELATAN, solotrust.com - Mendapat beasiswa baik di tingkat nasional maupun internasional adalah sesuatu yang membanggakan. Oleh karenanya, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Abdul Kahar berharap calon penerima Beasiswa Unggulan (BU) telah memiliki perencanaan studi baik ketika akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Minimal setahun harus memikirkan baik-baik rencana studi agar Anda siap secara mental. Harus ada titik sambung antara promotor beasiswa dengan minat yang Anda kehendaki,” ucap Abdul Kahar ketika menyampaikan sambutannya dalam acara Webinar Sosialisasi Pembukaan Beasiswa Unggulan (BU) 2020 secara virtual, Jumat (25/09/2020), dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, kemdikbud.go.id.



Lebih lanjut, pihaknya menegaskan, perencanaan studi di perguruan tinggi membutuhkan pertimbangan cermat. Menyangkut pemilihan program studi sesuai minat, materi kuliah hendak diambil, dan proposal riset/penelitian yang akan diajukan agar kompetensi mahasiswa dapat berkembang sesuai harapan.  

Perlu diketahui, Program BU 2020 mengalami beberapa penyesuaian. Sub Koordinator Program Beasiswa Unggulan, Puslapdik, Kemendikbud, I Wayan Loster mengatakan, dikarenakan pandemi Covid-19, peserta diperkenankan mendaftar BU tahun ini hanya mahasiswa berasal dari dalam negeri.

Selain itu, seleksi tahap kedua, prosesnya akan lebih memerhatikan unsur kesehatan dan keselamatan. Jika wawancara tahun sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka, tahun ini apabila perkembangan Covid-19 masih mengkhawatirkan, teknis seleksi akan menggunakan aplikasi virtual.

“Tahun ini wawancara tatap muka hanya akan dimungkinkan pada zona wilayah yang dinyatakan aman,” ungkapnya.

Terkait ketentuan pendanaan, I Wayan Loster menjelaskan perubahan kebijakan yang perlu dicermati. Pertama, beasiswa akan dikurangi/dipotong sebesar lima persen dari keseluruhan biaya yang diberikan apabila mahasiswa memperoleh IPS kurang dari 3,00 untuk jenjang S1, dan 3,25 untuk jenjang S2/S3.

Kedua, penerima BU memperoleh IPS kurang dari 3,00 pada program S1 atau IPS kurang dari 3,25 pada program S2/S3 secara berturut-turut selama dua semester dapat dikenai sanksi pembatalan sebagai penerima beasiswa.

Selain itu, penerima BU dapat dikenai sanksi pengembalian dana beasiswa yang diterima ke kas negara apabila menerima beasiswa dari sumber lain dengan komponen beasiswa sama; pindah perguruan tinggi dan/atau program studi; berhenti dalam pendidikan; dan/atau mengundurkan diri sebagai penerima BU.

“Bagi teman-teman yang sudah mendapat KIP Kuliah, jangan mendaftar BU lagi. Jika sudah dapat bantuan UKT juga harus pilih salah satu,” ucap Penanggung Jawab Program Beasiswa Unggulan 2006-2019, Musa Yosep, memberi penekanan.

Pendaftaran BU akan ditutup pada 3 Oktober 2020. Pada kesempatan itu, Musa Yosep mengingatkan agar calon pendaftar memerhatikan seluruh informasi program ini dengan saksama.

“(Diawali) membaca, menyiapkan dokumen, dan jangan terburu-buru men-submit. Mahasiswa harus betul-betul menyiapkan dokumennya,” tutur dia.

“Informasi lebih lanjut, mahasiswa dapat mengakses ke laman: beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id. Jika ada pertanyaan silakan disampaikan melalui email: beasiswa.unggulan@kemdikbud.go.id atau hotline: 0821 6755 6665. Jangan ke nomor lain,” pesannya.

Narasumber lainnya, Anak Agung Ayu Suryawati menyampaikan, salah satu syarat untuk mendaftar BU adalah peserta diwajibkan untuk membuat esai dengan tema ‘Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia’. Ia berharap, esai yang dituliskan mampu menggambarkan prestasi calon penerima BU dengan jelas.

“Menulis esainya harus bisa menggambarkan prestasi kalian karena kita sedang mencari karakter generasi penerus bangsa. Kami akan melihat portofolio seluruh pendaftar, termasuk anak-anak di wilayah 3T karena beasiswa ini berskala nasional, maka semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi,” terangnya.  

Senada dengan itu, Kapuslapdik menekankan prestasi seseorang diukur dari sejauh mana kontribusinya terhadap bangsa dan negara. Oleh karena itu, melalui esai yang dibuat peserta, panitia akan mengukur prestasi calon penerima beasiswa.

“Jika tidak bisa membuat esai dengan bagus, sayang sekali. Mulai sekarang, belajarlah menulis esai,” tandas dia.

Beasiswa Unggulan sebagaimana namanya, memberi kesempatan bagi orang-orang yang bertalenta unggul untuk kuliah S1, S2, dan S3. Kapuslapdik mengapresiasi animo masyarakat yang tinggi untuk mengikuti seleksi ini. Tercatat hingga hari ketiga seleksi BU dibuka ada sebanyak 31.800 orang telah mendaftar.

“Mari manfaatkan BU sebagai upaya mempersiapkan SDM unggul di masa depan,” tutup Abdul Kahar.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com