Kamis , 28 Januari 2021

Puluhan Warga Sukabumi Keracunan, Begini Kronologinya!!

3 September 2017 02:13 WIB


SUKABUMI - SOLOTRUST.COM - Sebanyak 36 warga Kampung Pasir Tengah dan Benteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat harus dilarikan ke rumah sakit dan Puskesmas Cicurug, Jumat (1/9/2017). Pasalnya, mereka merasakan mual-mual, mencret, pusing bahkan ada yang muntah setelah menyantap sate kambing.
 
 
Kepala Puskesmas Cicurug Dokter Tedi mengatakan, sebelum terjadinya keracunan masal di dua kampung di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug ini pada Jumat, (1/9) sekitar pukul 16.00 WIB warga Kampung Pasir Tengah RT 04/3 dan Benteng RT 05/5 menerima daging qurban yang kemudian beramai-ramai membuat dan membakar sate.
 
Namun, setelah menyantap sate yang dilumuri bumbu tersebut sekitar pukul 22.00 WIB puluhan warga yang menyantap sate tersebut merasa mual, pusing hingga ada yang muntah.
 
Pada Sabtu, (2/9) sekitar pukul 07.00 WIB warga berinisiatif sakit berobat ke Puskesmas Cicurug. Tapi apa boleh buat, jumlah warga yang keracunan saat itu mencapai 26 orang. Tak ayal lagi, pihak Puskesmas langsung mengerahkan ambulance dan melakukan pemeriksaan serta mengambil sampel sate dan bumbunya.
 
Diduga keracunan masal ini disebabkan oleh bumbu sate yang tidak higienis. Dari 26 orang yang keracunan, empat korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Betha Medicare (BMC) karena kondisi yang lemah. Sisanya dirawat di puskesmas dan sebagian sudah ada yang pulih.
 
Korban Bertambah
Jumlah korban keracunan bumbu sate di dua kampung yakni Pasirangin Tengah dan Benteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata bertambah, dari yang semula 26 orang, kemudian tercatat 33 orang  yang keracunan.
 
"Dari data yang masuk ke kami saat ini jumlah korban keracunan di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug bertambah tujuh orang atau menjadi 33 orang. Dari jumlah itu tujuh warga harus dirujuk ke Rumah Sakit Betha Medicare Cicurug karena kondisinya kritis," kata Teddi Mulyadi seperti dilansir AntaraNews.
 
Tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang berobat akibat keracunan bumbu sate kambing kurban tersebut bertambah. Tindakan medis yang dilakukan untuk memulihkan kondisi korban dengan memberikan cairan inplus atau opname.
 
Sebagian dari warga kondisi kesehatannya sudah mulai membaik, tetapi harus tetap menjalani perawatan agar tubuhnya benar-benar fit. Dari hasil pemeriksaan awal warga mengeluh pusing, mual hingga muntah sesuai dengan gejala keracunan.
 
Meskipun diduga karena keacunan bumbu sate atau lainnya, penyebab keracunan massal itu belum diketahui secara resmi. Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi saat berita ini duturunkan, masih perlu melakukan uji laboratorium terlebih dahulu dan sudah mengambil samplenya.
 
"Kami masih terus memantau kondisi kesehatan korban, jika terus menurun maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan khusus," tambah Teddi.
 
Sementara salah seorang warga yang mengalami keracunan Ramdani mengatakan ia dan warga lainnya ramai-ramai menyantap sate kambing yang sudah dimasak dan diberi bumbu pada Jumat, (1/9) sekitar pukul 22.00 WIB. 
 
Tapi sekitar pukul 03.00 WIB pada Sabtu, (2/9) tiba-tiba ia merasakan pusing, mual bahkan sampai muntah. Ternyata tidak hanya dirinya saja, tetapi tetangganya yang menyantap sate tersebut juga mengalami gejala yang sama. 
 
"Badan saya masih lemas dan kepala pusing. Saya bisa ke puskesmas dibantu oleh keluarga dan warga lainnya karena saat itu badan sudah lemah," katanya.
 
terkait kasus ini, Polres Sukabumi masih melakukan penyelidikan. 
 
"Petugas sudah ke lokasi, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug untuk mengambil sampel makanan dan sudah memintai keterangan dari beberapa saksi termasuk korban," kata Kapolres Sukabumi AKBP M. Syahduddi saat menjenguk korban keracunan satai kambing di Sukabumi, Sabtu.
 
Menurut dia, dugaan awal keracunan itu usai puluhan warga menyantap satai kambing kurban, Jumat (1/9) malam. Namun, warga mulai merasakan gejalanya, seperti muntah, pusing, lemas, hingga buang air, pada hari Sabtu.
 
"Tim masih di lokasi untuk melakukan pendataan," kata Syahduddi.
 
Sesuai dengan data Dinkes Kabupaten Sukabumi dan Unit Pelayanan Teknis Daerah Puskesmas Cicurug hingga pukul 22.00 WIB, jumlah warga yang mengalami keracunan mencapai 36 orang, tujuh orang di antaranya dirujuk ke RS Betha Medicare Cicurug dan 29 korban dirawat di Puskesmas Cicurug.

(Redaksi Solotrust)
  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com