Minggu , 9 Mei 2021

Suara Ledakan di Beirut Terdengar Hingga Radius 180 Kilometer

5 Agustus 2020 11:39 WIB


Kepulan asap terlihat setelah terjadi sebuah ledakan bahan peledak di Beirut, Lebanon 4 Agustus 2020. (Reuters)

 

BEIRUT, solotrust.com– Sejumlah korban dari ledakan di Beirut, Lebanon, mendapatkan perawatan di rumah sakit di luar kota.



Ini karena sejumlah rumah sakit di ibu kota sedang kewalahan menangani pengobatan korban ledakan di Beirut.

Pemerintah Lebanon masih mengumpulkan informasi mengenai para korban dan penyebab ledakan di Beirut ini.

“Ada banyak orang hilang. Orang-orang bertanya di ruang gawat darurat mengenai kerabat mereka. Dan sulit mencari para korban pada malam hari karena tidak ada lampu,” kata Hamad Hasan, menteri Kesehatan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (4/8/2020).

Hasan mengatakan, angka sementara korban meninggal akibat ledakan di Beirut ini sekitar 78 orang. Sedangkan jumlah korban luka mencapai sekitar empat ribu orang.

“Kami menghadapi bencana besar dan butuh waktu untuk menghitung semua kerusakan yang terjadi,” kata Hasan. Ledakan terjadi sekitar pukul enam sore pada Selasa waktu setempat.

Pemerintah memanggil sejumlah mobil ambulance dari daerah utara dan selatan Lebaon dan lembah Bekaa di timur telah dipanggil untuk ikut membantu.

Para penduduk di pantai Mediteranian, Beirut, dan area pedesaan, yang terletak beberapa kilometer dari lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, mengalami jendela rumah dan bangunan pecah.

Warga di Siprus, yang merupakan sebuah pulau di Laut Mediteranian dan terletak sekitar 180 kilometer, di seberang lautan dari Beirut, mendengar suara ledakan di Lebanon itu.

Ledakan di Lebanon ini diduga berasal dari sebuah gudang yang berisi bahan peledak amonium nitrat. Bahan peledak ini disita pada 2014 dan disimpan di area pelabuhan di Beirut pusat. #teras.id

 



(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com