Kamis , 13 Agustus 2020

Pasien Positif Covid-19 di Solo Tambah 18 Orang, 15 Orang Nakes dan 3 Warga Biasa

12 Juli 2020 19:13 WIB


Ilustrasi.

 

SOLO, solotrust.com- Angka penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Solo melejit menjadi 63 orang pasca adanya 18 pasien baru yang masuk data Minggu (12/7). 



Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan, 18 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut merupakan kluster RSUD dr Moewardi atau merupakan dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) paru Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. 

"Kan yang positif dari PPDS ada 25, nah yang 15 ternotifikasi di kita karena warga Solo. Kemudian yang tiga itu masyarakat umum alias bukan tenaga kesehatan (nakes)," jelasnya.

Ia mengakui penambahan 18 orang tersebut menjadi rekor baru, mengingat selama ini Kota Solo tidak pernah mencatatkan angka sebanyak ini. 

"Ya karena kemarin Moewardi nggak terbuka saja. Tahu-tahu yang kena banyak dan mayoritas warga Solo," ujarnya.

Diakuinya penambahan tersebut membuat kota bengawan kembali berstatus merah, bahkan tak menutup kemungkinan hitam jika dari kluster baru tersebut ada penularan lain. 

Apalagi, para dokter residen peserta PPDS diketahui juga praktek di rumah sakit swasta. Sehingga ia berharap RSUD dr Moewardi segera melakukan tracing masif.

"Kita juga akan lakukan tracing di luar lagi, di pusat-pusat keramaian. Dan kita ketati lagi yang kumpul-kumpul, ramai-ramai. Seperti di alun-alun kidul kita tegasi anak-anak dibawah 15 tahun tidak boleh masuk, sekolah juga meski Senin masuk tahun ajarsn baru saya belum izinkan tatap muka. Yang hajatan juga tidak boleh di rumah harus di tempat umum," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, tiga pasien positif Covid-19 yang baru merupakan Pasien dengan pengawasan (PDP) yang naik kelas.

"Satu dari Kelurahan Mojosongo, satu dari Jebres dan satu dari Banyuanyar. Dan semuanya tidak ada kaitannya dengan kasus lama, semuanya kasus baru PDP naik kelas," ujarnya. 

Selain menunggu hasil tracing internal yang dilakukan RSUD dr Moewardi, pihaknya juga melakukan tracing wilayah. "Makanya kenapa selama ini kita minta segera diberi tembusan laporan dari Moewardi ya itu untuk tracing wilayah. Karena saya kan harus mengamankan masyarakat Solo dengan sebisa mungkin memutus penyebaran Covid-19 melalui tracing," tandasnya.

Sementara itu, adanya penambahan 18 pasien baru maka jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 63 orang, dengan rincian 22 orang rawat inap 37 orang sembuh dan empat orang meninggal dunia. Sedangkan untuk jumlah PDP secara kumulatif tercatat sebanyak 292 orang, dengan rincian 246 orang sembuh, delapam orang rawat inap dan 38 orang meninggal. untuk data orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 664 orang, satu orang menjalani rawat inap, tujuh orang rawat jalan, delapan orang dalam pemantauan dan 656 selesai pemantauan. (awa)



(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com