Minggu , 9 Agustus 2020

Dilema Media di Tengah Pandemi, KPID: Butuh Dukungan Pemerintah

12 Juni 2020 00:21 WIB


Ketua KPID Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo (dua dari kanan) dan anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Stephanus Sukirno (paling kanan) saat acara talk show di Grha TA Media Group, Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis (11/06/2020).

SOLO, solotrust.com – Pandemi virus corona (Covid-19) tak hanya mengguncang lini kesehatan global, namun turut berdampak luas di semua sektor, baik formal maupun nonformal. Salah satu industri yang terpukul akibat masifnya serangan Covid-19 adalah media.

Tak bisa dimungkiri, saat ini banyak industri media, baik media cetak, media elektronik maupun media online harus ‘megap-megap’ menghadapi hantaman telak corona. Beberapa di antaranya, bahkan sampai tumbang lantaran tak kuasa menyangga beban operasional di tengah badai pandemi.



Sebagaimana diakui Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo, saat ini banyak sektor usaha limbung akibat terdampak Covid-19, tak terkecuali industri media. Kebijakan pemerintah melakukan pembatasan di banyak bidang membuat media tak bisa melakukan kegiatan secara leluasa seperti sebelumnya.

“Pandemi Covid-19 ini telah berdampak di dunia usaha, termasuk media. Mereka tidak bisa berkegiatan dengan baik seperti sebelumnya. Ini tentunya sangat memprihatinkan,” kata Budi Setyo Purnomo, saat ditemui di Grha TA Media Group, Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis (11/06/2020).

Situasi yang dihadapi industri media saat ini dirasa cukup berat. Apalagi, menurut Budi Setyo Purnomo, hingga kini media di Indonesia belum mendapat bantuan dari pemerintah.

“Padahal media sebagai tulang punggung. Ini butuh support (dukungan-red), butuh solusi dari pemerintah,” ujarnya.

Dikatakan Budi Setyo Purnomo lebih lanjut, hampir semua media saat ini ‘megap-megap’ mencoba bertahan di tengah pandemi. Suntikan dana dari iklan yang diharapkan bisa menopang kelangsungan hidup media kini harus surut lantaran terkendala corona.

“Hampir semua media ‘megap-megap’ sehingga butuh sentuhan-sentuhan. Mereka terus berupaya menyajikan berita di saat mereka sendiri susah. Kami harapkan kepada pemerintah, kepada dewan ada solusi atas hal ini,” tutur dia.

Di Jawa Tengah sendiri tercatat ada sekira 400 stasiun radio dan 50 hingga 60 stasiun televisi lokal yang saat ini beroperasi. Menurut Budi Setyo Purnomo, adanya pandemi Covid-19 media dituntut bisa berkreasi dan berinovasi menghadirkan konten-konten acara yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di lain pihak, anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Stephanus Sukirno, mengatakan media sebagai input bagi masyarakat harus bisa menyajikan konten berita yang bermanfaat. Oleh karena itu, perlu sumber informasi yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com