Sabtu , 8 Agustus 2020

Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Minum Jamu Tangkal Corona

24 Maret 2020 22:29 WIB


Gubernur Ganjar minum jamu tangkal corona saat mengunjungi Kampung Jamu di Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, Semarang (Dok. Slam/Humas Jateng)

SEMARANG, solotrust.com - Minuman herbal tradisional seperti jamu disebut-sebut memiliki khasiat menambah stamina dan meningkatkan daya tahan tubuh. Di tengah mewabahnya virus corona di Indonesia, khususnya Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi jamu.

Saat mengunjungi Kampung Jamu di Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, Semarang (21/3/2020) pagi, sebagaimana dikabarkan Humas Jateng via lamannya, Ganjar mendapat suguhan beraneka macam jamu tradisional. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah Jamu Corona. 



Menurut si penjual jamu, Titi (60), jamu racikannya disebut Jamu Corona karena diyakini mampu menangkal virus corona. 

Minuman itu diracik dari campuran jahe, temulawak, kunyit dan sereh. Ganjar segera meminum habis jamu itu sebelum menjajal minuman herbal lainnya, wedang uwuh.

"Ini Jamu Corona pak, bisa menangkal virus corona. Kalau minum ini, badan jadi sehat, hangat dan segar. Kalau badan fit, virus tidak akan masuk tubuh," kata Titi, seorang peracik jamu di Kampung Jamu Wonolopo.

Menurut Titi, banyak sumber menyebutkan bahwa jahe, temulawak, kunyit dan sereh bisa menambah imun dan stamina badan. Dengan minum jamu secara rutin ditambah olahraga teratur, badan menjadi sehat sehingga virus tidak mudah masuk.

"Ini bahannya bisa menangkal virus corona pak, makanya terkenalnya Jamu Corona," terangnya disambut tawa masyarakat.

Sambil meminumnya, Ganjar langsung mengacungkan jempol tanda merasakan kenikmatan luar biasa.

"Ini enak, menyehatkan juga. Ini bukan obat corona, tapi bisa menangkal virus corona. Ayo dho ngombe jamu kabeh ben ora keno corona. (Ayo semuanya minum jamu supaya tidak kena corona - Red.)," ajak Ganjar.

Di Kampung Jamu Wonolopo, hampir sebagian besar masyarakatnya adalah peracik jamu. Hampir di setiap rumah, masyarakat memproduksi sendiri jamu-jamu tradisional itu, kemudian menjual kepada masyarakat luar kampung.

Ganjar pun penasaran dengan cara pembuatan jamu itu. Ia langsung masuk ke dapur salah satu pembuat jamu bernama Supriyanto, untuk melihat proses pembuatan jamu.

Kepada Ganjar, Supriyanto memberikan informasi tentang pembuatan jamu dan bahan yang digunakan. Satu persatu, ia menerangkan khasiat dari empon-empon atau bumbu dapur yang dipakai membuat jamu itu.

"Jahe ini biar hangat, temulawak bagus untuk stamina. Kalau kunir asem ini bagus untuk pencernaan pak, sehingga bagus untuk menurunkan berat badan. Ini juga baik untuk memperlancar haid bagi perempuan. Kalau jamu pahitan ini, untuk badan capek-capek bisa sembuh. Bapak cocok kalau habis sepedaan minum ini," terang Supriyanto.

Hampir satu jam Ganjar berdialog dengan para perajin jamu dan masyarakat di lokasi itu. Tak pernah lelah, ia selalu mengedukasi masyarakat agar menjaga diri dan keluarga dari penularan virus corona.

"Jaga jarak, jangan dekat-dekat. Yang sakit pakai masker. Jangan lupa rajin cuci tangan pakai sabun ya," ucap Ganjar.

Ganjar pun meminta masyarakat rajin mengkonsumsi buah dan multivitamin. Tidak perlu membeli dengan harga mahal, sebab semua bahan itu ada di sekeliling masyarakat.

"Seperti di kampung ini, ada banyak jenis jamu yang bisa dikonsumsi. Ini bagus untuk kesehatan, ada buah-buahan juga untuk pengganti vitamin. Mari kita bersama jaga pola hidup bersih dan sehat agar tidak tertular virus corona. Ini serius, masyarakat harus taat pada regulasi dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah," pungkas Ganjar. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com