Kamis , 4 Maret 2021

Virus Corona Menghilang Saat Musim Panas?

28 Januari 2020 20:01 WIB


Warga menggunakan masker untuk mengantisipasi infeksi virus corona (Sumber: Business Insider/Getty)

SOLO, solotrust.com – Koordinator Bandara Adi Soemarmo Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang, Arqu Amibuzzab menyebut virus corona tergolong memiliki daya mematikan rendah, namun kekuatan infeksinya sangat cepat.

Ia mengatakan dari sekira 2000 pasien hanya sekira 50 orang meninggal dunia. Menurut Arqu Amibuzzab, jika dilihat dari karakteristiknya, virus corona kemungkinan bisa menghilang saat Tiongkok memasuki musim panas. Ia menilik kasus serupa terjadi saat kasus SARS pada 2002 silam.



“Kalau SARS dulu misal 2000 yang meninggal bisa 1000. SARS kekuatan infeksi tidak begitu kuat, namun kekuatan membunuh tinggi,” jelas dia kepada wartawan di kantor Angkasa Pura 1 Bandara Adi Soemarmo Solo, Senin (27/01/2020)

"Waktu SARS, Tiongkok juga pas musim dingin. Pengalaman, memasuki musim panas, lama-lama akan hilang sendiri, tapi belum dipastikan juga karena virus itu karakteristiknya susah ditebak. Kalau bermutasi, virus bisa bertahan di musim yang beda. Bisa menginfeksi di makanan, bisa membunuh dengan cepat karena berubah terus," imbuh Arqu Amibuzzab.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Mengantisipasinya paling sederhana dengan selalu menjaga kebersihan, mencuci tangan secara berulang ulang.

"Cuci tangan berulang kali. Setiap setengah jam sekali cuci tangan,  Itu adalah cara paling mudah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi virus corona. Lebih lagi, saat memasuki daerah kemungkinan tertular, seperti rumah sakit, bandara, tempat yang banyak kontak, setiap waktu cuci tangan," jelas Arqu Amibuzzab

Diakuinya, hingga saat ini belum ada antivirus untuk kasus tersebut, namun upaya pencegahan agar penyakit tidak semakin parah adalah dengan mengobati gejala yang ditimbulkan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

“Obatnya kalau panas didinginkan, mual, pusing, batuk pilek sesak napas diredakan. Virus pada umumnya timbul tujuh hari. Ini masih diteliti, belum ada antivirusnya,” pungkas Arqu Amibuzzab. (adr)

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com