Senin , 21 September 2020

Banjir Bisa Sebabkan Trauma Psikologis, Perhatikan Tanda-Tandanya

19 Januari 2020 08:15 WIB


Ilustrasi.


JAKARTA - Banjir pada awal tahun 2020 menjadi salah satu pengalaman yang tidak dilupakan bagi sebagian masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Curah hujan yang tinggi yang membuat genangan di beberapa wilayah tentunya memberikan pengalaman tersendiri para korban banjir. Perabotan yang terpaksa dibuang, hanyut atau pengalaman mengungsi untuk pertama kalinya mungkin akan diingat mereka seumur hidupnya.



Banjir memberikan dampak fisik juga psikis. Dari segi fisik, para korban banjir rentan menderita diare, demam berdarah, leptospirosis dan Infeksi saluran pernapasan. Dalam hal dampak psikis, psikolog Veronica Adesla mengatakan bahwa korban banjir bisa mengalami trauma psikologis. Trauma itu akibat bencana alam, termasuk banjir, disebut dengan post traumatic stress disorder.

Ia menjelaskan bahwa dua faktor utamanya adalah tidak siapnya seseorang untuk berhadapan dengan peristiwa tersebut atau tidak berdayanya individu tersebut untuk menghindarinya. Beberapa tanda dan gejala pun bisa muncul selama kurang lebih satu bulan pasca kejadian. Apa saja?

1. Reaksi fisik

Menurut Veronica, reaksi fisik yang timbul dapat berupa kewaspadaan yang tinggi ketika melihat hal yang dinilai berbahaya. Contohnya hujan besar atau hujan yang terus menerus. “Mereka juga mudah terkejut, kelelahan, mengalami gangguan tidur (mudah terbangun, tidak bisa tidur, gelisah) dan merasa sakit atau nyeri secara umum,” katanya, Kamis (16/1/2020).

 

2. Pikiran

Veronica menjelaskan bahwa mereka yang mengalami trauma psikologis pasca banjir akan sering muncul pikiran atau ingatan yang mengganggu. Ini terjadi secara terus menerus mengenai kejadian traumatis, bayangan kejadian hingga mimpi buruk. “Daya konsentrasi buruk, ingatan buruk, mengalami kebingungan dan disorientasi waktu dan tempat juga dialami,” katanya.

 

3. Perilaku

Dari segi perilaku, mereka yang trauma karena banjir pasti akan menghindari tempat atau kegiatan yang dapat mengingatkan kembali peristiwa traumatis. “Orang tersebut juga akan menarik diri dari sosial alias tidak bergaul atau bersosialisasi, kehilangan minat untuk melakukan aktivitas atau kegiatan normal sehari-hari,” katanya.

 

4. Emosional

Sedangkan secara emosional, korban banjir yang trauma akan merasa shock dan mati rasa. “Mereka merasa ketakutan, panik, marah, depresi, mudah tersinggung, merasa bersalah, menyangkal, cemas dan panik,” katanya. #teras.id

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com