Minggu , 26 Januari 2020

Bombardir Pangkalan Udara AS, Iran Siap Gempur Sekutu Paman Sam

8 Januari 2020 17:05 WIB


Pangkalan Udara Ain al-Asad yang terletak di gurun barat Anbar di sebelah barat Baghdad [Foto: Aljazeera / Nasser Nasser / AP]

Solotrust.com - Setidaknya dua pangkalan udara yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak telah dihantam lebih dari selusin rudal balistik. Demikian diungkapkan Departemen Pertahanan AS.

Televisi pemerintah Iran mengatakan serangan itu merupakan pembalasan atas tewasnya komandan utama negara itu. Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Qasem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tanpa awak di Baghdad atas perintah Presiden AS Donald Trump.



Melansir BBC, Rabu (08/01/2020), Pentagon merilis pernyataan setidaknya dua situs AS telah diserang, yakni di Irbil dan Al Asad. Tidak jelas apakah ada korban dalam serangan itu.

"Kami mengetahui laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberi pengarahan dan memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya," kata juru bicara Gedung Putih, Stephanie Grisham dalam sebuah pernyataan.


Di lain pihak, Garda Revolusi Iran menyatakan serangan itu sebagai pembalasan atas kematian Soleimani, Jumat (03/01/2020) lalu.

"Kami memperingatkan semua sekutu Amerika yang menyerahkan pangkalannya kepada tentara terorisnya, bahwa setiap wilayah yang merupakan titik awal tindakan agresif terhadap Iran akan menjadi sasaran," ancamnya melalui pernyataan yang disiarkan kantor berita IRNA.

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif pun merilis pernyataan di Twitter, mengklaim serangan itu adalah pertahanan diri dan membantah berusaha meningkatkan ekskalasi menjadi perang.

"Iran mengambil dan menyimpulkan langkah-langkah proporsional dalam pembelaan diri berdasarkan Pasal 51 dari Piagam PBB yang menargetkan basis dari mana serangan bersenjata pengecut terhadap warga negara kami. Kami tidak mencari eskalasi atau perang, tetapi akan membela diri terhadap agresi," tegasnya.


Sementara itu, Presiden Trump men-tweet sesaat setelah kejadian. Ia bersikeras semuanya baik-baik saja, sambil menambahkan bahwa mereka belum menilai kemungkinan jatuhnya korban.

"Semua baik-baik saja! Rudal diluncurkan dari Iran di dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak. Penilaian korban dan kerusakan sedang dilakukan sekarang. Sejauh ini baik! Sejauh ini, kami memiliki militer yang paling kuat dan lengkap di seluruh dunia! Saya akan membuat pernyataan besok pagi," kata Trump.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah penguburan Soleimani. Serangan kedua terjadi di Irbil tak lama setelah roket pertama menghantam Al Asad. Saat ini, AS menempatkan sekira 5000 tentaranya di Irak.

Sementara itu, Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan kepada BBC"Kami segera bekerja untuk menetapkan fakta di lapangan. Prioritas pertama kami adalah keamanan personel Inggris."

Inggris telah menempatkan Angkatan Laut Kerajaan dan helikopter militer dalam keadaan siaga penuh di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com