Jumat , 28 Februari 2020

BTS Lelah dengan Ulah Sasaeng, Mengapa Fans Seperti Ini Bisa Muncul? Berikut Penjelasan Ahli

18 Desember 2019 08:24 WIB


V, salah satu anggota BTS yang baru-baru ini mengungkapkan rasa lelah akibat ulah sasaeng fans. (Dok. Big Hit Entertainment).


Solotrust.com - Para penggemar K-POP tentu sudah pernah mendengar tentang sasaeng fans. Artis K-POP tidak hanya memiliki penggemar yang mampu menginspirasi, namun juga penggemar yang justru bisa mencelakakan diri mereka sendiri dan juga idolanya.



“Sasaeng" sendiri merupakan kata dalam Bahasa Korea yang berarti kehidupan pribadi. Namun dalam dunia K-POP, kata ini mengacu pada penggemar yang begitu terobsesi terhadap idolanya.

Baca: V Keluhkan Ulah Sasaeng Fans, Ikuti BTS Hingga ke Pesawat

V, salah satu anggota BTS baru saja mengeluhkan tentang kelakuan sasaeng fans. Ia mengungkapkannya pada Minggu (15/11/2019) pagi dalam siaran V Live Naver.

Dalam siaran itu, V mendeskripsikan bagaimana lelahnya BTS karena ulah sasaeng fans, yang terus menginvasi ranah pribadi mereka.

"Kami bepergian dengan pesawat carteran," kata V, menjelaskan bahwa BTS tidak punya pilihan lain. Mereka sebenarnya ingin terbang dengan penerbangan biasa, tapi mereka takut dengan ulah sasaeng fans.

"Kami ingin menggunakan penerbangan reguler, tetapi karena seperti kalian semua tahu, ada banyak penggemar yang mengetahui jadwal penerbangan kami dan memesan kursi di baris di depan atau di sebelah kami. Karena kami tidak bisa mendapatkan istirahat yang layak di ruang pribadi seperti itu, itu benar-benar melelahkan," ungkap V.

Dalam video itu V juga meminta agar mereka berhenti melakukan itu. "Tolong hentikan. Ini benar-benar menakutkan," pinta V.

Lalu, mengapa fans seperti ini bisa muncul? The Korea Times pernah melakukan wawancara dengan seorang profesor psikologi di Seoul National University, yang diunggah di laman beritanya Agustus tahun lalu. Dalam wawancara itu, sang profesor juga berbagi tentang penyebab munculnya sasaeng fans.

“Orang-orang khususnya remaja di Korea Selatan kurang memiliki kesempatan untuk menikmati aktivitas kebudayaan, yang saya yakini sebagai salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya sasaeng,” demikian kata Kwak Keum Joo, nama profesor tersebut.

Profesor Kwak juga mengatakan bahwa mereka kebanyakan menonton televisi dan mendengarkan lagu-lagu K-POP di masa kecilnya, bukannya menikmati hobi-hobi lain seperti bermain musik dan olahraga.

“Mereka tidak memiliki waktu untuk hobi lain selain menjadi ‘fangirling’ atau ‘fanboying’, sehingga terobsesi dengan hanya satu hobi, yang bahkan sampai merugikan idolanya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kwak juga mengatakan bahwa media juga bertanggungjawab untuk fenomena ini, karena terlalu fokus pada hallyu dan K-POP sekarang ini, sehingga tidak membiarkan orang-orang untuk mengapresiasi keberagaman.

“Hallyu telah meningkatkan prestis negara, seperti kasus BTS. Namun, itu juga memberikan naiknya sasaeng dan obsesi yang saya anggap sebagai efek buruk dari demam hallyu ini,” tambahnya.

Sasaeng fans kerap melakukan tindakan yang sangat berlebihan. Mereka mengikuti artis idolanya sepanjang hari, bahkan ada yang sampai menunggu di depan rumahnya. Hal ini sudah terjadi sejak tahun 90an dimana kala itu grup H.O.T begitu terkenal.

Selain BTS, artis lain yang terganggu dengan ulah sasaeng fans misalnya Jackson dan Youngjae GOT7. Jackson bahkan pernah mengalami kecelakaan mobil pada tahun 2016 karena taksi yang berisi sasaeng fans mengikutinya. Sementara Youngjae baru-baru ini mengatakan via Instagramnya bahwa ia hampir gila karena terus menerus dihubungi siang malam tanpa kenal waktu.

TVXQ juga pernah mengalami insiden yang melanggar privasi. Ada sasaeng fans yang masuk ke kediaman mereka dan mengambil foto mereka, yang bahkan foto itu dikirimkan kepada mereka.

Kwak sendiri mendeskripsikan tingkah laku seperti itu adalah sebuah tindakan dari self-display atau menujukkan diri sendiri, daripada sebuah delusional disorder atau gangguan khayalan.

“Meskipun diantara sesama penggemar, mereka memiliki kompetisi untuk menonjol dan mendapatkan perhatian yang lebih dari para idola tersebut. Mereka ingin menunjukkan bahwa diri mereka berbeda,” kata Kwak.

Namun karena mereka mendapatkan informasi privat dari idola mereka dengan cara yang tidak tepat, maka mereka merahasiakannya. Mereka biasanya tidak mengungkapkan apa yang mereka dapat karena bisa menjatuhkan karir idola mereka sendiri. Mereka juga enggan membagi apa yang mereka tahu, karena juga mengejar keeksklusifitasan.

Agensi-agensi sendiri juga sering takut sasaeng fans akan mengungkapkan hal-hal sensitif tentang artis mereka. Dan karena sasaeng ini juga dianggap sebagai fans, jika agensi-agensi memperlakukan mereka dengan tidak baik, maka mereka bisa kehilangan.

Aksi melalui jalur hukum pun terlihat tidak menjadi solusi terbaik. Stalking (membuntuti/mengikuti) adalah salah satu dari hal-hal keliru yang paling banyak dilakukan sasaeng. Kegiatan tersebut merupakan pelanggaran minor di Korea Selatan dan bisa didenda sebesar 100.000 Won (sekitar 1,2 juta rupiah).

Lalu, apa yang harus dilakukan si artis terhadap sasaeng fans ini? Bagaimana sebaiknya mereka bersikap kepada para penggemarnya?

“Sekarang, para selebriti harus lebih bertekad. Mereka harusnya tidak menerima semuanya dari para fans, apakah itu hadiah ataupun kasih sayang. Mereka harus menyediakan garis pedoman sebagai pembatas,” saran Kwak.

 “Para idola harus mengungkapkan suara mereka jika mereka ingin ada perubahan. Itu memang membutuhkan keberanian dan bisa jadi membuat fans marah. Namun, mereka harus lebih gigih dan membuat fans mengetahui dengan jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan,” tuturnya.

Selain mengungkapkannya secara terbuka seperti yang dilakukan V via siaran V Live baru-baru ini, BTS sendiri adalah artis yang sudah tidak lagi menerima hadiah dari para penggemar sejak awal tahun lalu.

Pada 24 Januari 2018, BigHit Entertainment memberikan pernyataan resmi melalui fan café mereka bahwa para anggota BTS memutuskan tak akan lagi menerima hadiah dan hanya akan menerima surat. 

Baca: Gong Yoo Ungkap Kekagumannya Pada BTS: Mereka Meningkatkan Prestise Korea

Big Hit menambahkan bahwa hanya hadiah yang dikirimkan sebelum jam 6 sore pada 30 Maret 2018 yang akan diterima BTS. Setelah 30 Maret 2018, hanya surat yang boleh dikirimkan kepada mereka.

Meskipun demikian, event dukungan yang disiapkan fans untuk BTS di Korea Selatan, dalam konser global, serta fan meeting dapat diproses setelah disetujui sebelumnya. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com