Selasa , 10 Desember 2019

Timbulkan Korban Jiwa, Tawon Ndas Kena OTT

2 Desember 2019 21:08 WIB


Petugas tengah melakukan OTT sarang tawon di sebuah pohon.

KLATEN, solotrust.com- Dampak dari serangan tawon vespa affinis atau tawon ndas di sejumlah daerah di Kabupetan Klaten hingga mengakibatkan korban jiwa, puluhan relawan kebencanaan di Kecamatan Tulung, Klaten, Minggu (1/12/2019) malam melakukan Operasi Tangkap Tawon (OTT) disejumlah desa.

Operasi tersebut terhitung dari awal November hingga memasuki awal Desember 2019 ini sebanyak 19 kali OTT sarang tawon. Dalam OTT itu relawan didampingi dengan Babinsa setempat.  



Ketua Relawan Kebencanaan Kecamatan Tulung, Subandio mengaku resah dengan banyaknya sarang tawon di sejumlah daerah di Kecamatan Tulung.  Sebelumnya ada satu warga Desa Sorogaten yang tersengat serangan tawon hingga masuk ke rumah sakit.

“Kami melakukan OTT berdasarkan laporan warga. Ya, terkadang dalam semalam operasi itu bisa 3 sampai 4 sarang tawon di tempat yang berbeda di wilayah Kecamatan Tulung,” katanya kepada solotrust.com, Minggu(1/12) malam di Dukuh Malangsari, Desa Sudimoro, Tulung.

Operasi pertama, kata dia, dilakukan di Dukuh Malagsari, Desa Sudimoro, kemudian ke Pencil dan Desa Majegan, Tulung. Dalam operasi itu dilakukan mulai pukul 19.00 WIB. Sebab, pada jam tersebut tawon sudah mulai bersarang atau masuk ke rumahnya.  

“Tawon tersebut ada yang bersarang di pohon dan ada pula yang bersarang di rumah bagian atas yang menempel di kayu atau blandar atas luar. OTT kita sangat hati hati, sebab, tawon tersebut  beracun. Jangan sampai ada relawan yang tersengat tawon,” ujar Subandio.  

Dijelaskan dia, apabila sarang tawon tersebut berada di rumah, dalam operasi itu dilakukan dengan cara menuangkan bahan bakar jenis solar dan bensin ke arah rumah tawon dan semua lampu dimatikan. Kemudian, dua orang relawan sekaligus membawa karung. Namun, apabila sarang tawon tersebut berada di pohon, operasi itu dengan cara dibakar memakai  bambu yang diberikan kain dan bensin.   

“Kita menggunakan alat sedanya, yang penting hati-hati. Ya kalau ketinggian sarang tawon rata-rata 6 meter hingga 10 meter,” katanya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat apabila melihat keberadaan tawon ndas yang menempel di pohon maupun di rumah segera melapor ke relawan tingkat kecamatan. Pasalnya, keberadaan sarang tawon tersebut dapat mengancam jiwa warga.

“Selama melakukan OTT ini berdasarkan laporan dari masyarakat di desa masing masing. Kami sangat senang apabila warga mau melapornya. Dari laporan itu kemudian nantinya diatasi bersama dengan relawan,”pungkasnya. (Jaka)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com