Jumat , 28 Februari 2020

Kisah Mengharukan, Demi Ibu Karyawan Ini Rela Masak Nasi di Kantor

31 Oktober 2019 00:32 WIB


Karyawan menanak nasi di kantornya.


Solotrust.com- Sebagai seorang anak yang dikandung, dilahirkan dan dibesarkan oleh seorang ibu, tentu suatu saat ingin membalas apa yang telah dilakukannya selama ini dalam perjuangan menghidupi si buah hati. Apalagi jika si ibu hanya hidup sebatang kara tanpa sang ayah, yang telah lama meninggal atau telah meninggalkannya.



Sebuah cerita mengharukan dibagikan warga Malaysia bernama Azri Walter di media sosial beberapa waktu lalu.

Azri Walter menemukan salah seorang staff kantornya sedang memasak nasi di salah satu sudut kantornya. Setelah dipergoki, sang karyawan staff tersebut dengan wajah ketakutan mengatakan bahwa dia melakukan hal itu untuk menghemat uang gaji yang akan dikirimkan kepada ibunya.

Azri sendiri tidak menyangka bahwa dia menemukan staffnya ketika tengah naik ke lantai atas. “Saya membuka pintu, tidak ada siapa – siapa di sana kecuali lampu menyala. Saya melihat sekeliling dan ada bayangan di bawah meja.“ ungkap Azri menceritakan awal mula kejadiannya.

Lalu dia mulai melanjutkan, “ Saya mulai merinding, lalu saya mendengar sesuatu bergerak di bawah meja, itu membuat saya penasaran ingin melihat apa itu.” ujarnya mengisahkan.

Setelah didekati betapa terkejutnya Azri mendapati salah satu staffnya bernama Habil yang sedang duduk di bawah meja dengan penanak nasinya. “Apa yang kamu lakukan Habil? Memasak nasi atau makan?” tanya Azri penasaran.

Habil yang merasa tertangkap basah sedang melakukan sesuatu kemudian menjawab dengan rasa penuh ketakutan, “maaf pak, saya sedang memasak nasi karena saya belum makan.” Ungkap Habil dengan suara agak gemetar karena takut dimarahi atasannya.

Azri yang terlihat bingung karena Habil baru saja mendapatkan gajinya sebesar Rp.3 juta pada minggu ini lalu bertanya dengan nada heran, kenapa Habil tidak makan di restoran atau rumah makan yng letaknya ada di lantai bawah. Habil pun lalu menjawab, “Uang yang saya hasilkan minggu ini, saya akan memberikannya kepada ibu saya. Meskipun dia tidak meminta uang kepada saya, saya hanya merasa harus melakukannya. Dengan begitu, dia dapat menggunakan uang saya untuk membeli pakaian, makanan dan barang – barang untuk adik saya juga.” terang Habil lagi.

Habil diketahui dibesarkan ibunya sendirian di Kuala Lipis karena ayahnya telah meninggal beberapa waktu yang lalu. Habil datang melamar kerja ketika saat itu usianya 19 tahun. Dia bekerja karena ingin membantu perekonomian keluarganya.

“Bukan apa – apa tuan. Saya tidak tahu sampai kapan ibu saya akan ada, jadi ketika dia masih hidup, saya hanya ingin membuatnya bahagia. Saya tidak punya banyak komitmen dan saya bisa mendapatkan kembali uang itu.“ demikian ungkapan isi hati Habil tentang alasan dirinya memilih memasak nasi di kantor. (dd)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com