Senin , 24 Februari 2020

Menteri BUMN Erick Thohir Tancap Gas Tuntaskan Kereta Cepat dan Saudi Aramco

24 Oktober 2019 11:24 WIB


Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan, ada beberapa hal yang perlu segera ia tuntaskan pada awal masa jabatannya. Misalnya mengenai Kereta Cepat Jakarta - Bandung dan kerja sama Arab Saudi dengan Indonesia dalam hal Aramco dengan Pertamina.



Baca: Ini Jurus Wishnutama Tarik Wisman Masuk ke Indonesia

"Nah, hal-hal ini kita harus review karena kan kalau ditanya, Pak Erick statusnya gimana? saya belum tahu," ujar dia di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Erick mengaku hingga kini belum menetapkan gambaran hal yang akan dilakukannya selama seratus hari bekerja. Sebab, ia mengatakan Presiden Joko Widodo baru memanggil Erick menjadi menteri pada Senin lalu.

"Terus terang saya enggak pernah terpikir atau sempat mempelajari mengenai BUMN. Saya belum pernah," ujar dia.

Karena itu, hari ini, Erick Thohir langsung menggelar rapat setelah serah terima jabatan di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (23/10/2019). Rapat itu digelar untuk mempersiapkan Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo pada hari ini Kamis (24/10). 

Alasan Erick langsung tancap gas di hari pertamanya adalah lantaran ia sudah diberi target Key Performance Index  (KPI) yang mesti dicapai dalam tiga bulan ke depan.

"Statement ini juga disampaikan beliau (Presiden Jokowi) bahwa semua menteri harus siap dicopot, dan saya sangat siap dicopot," ujar dia.

Menurut Erick, sikapnya itu adalah bentuk komitmen untuk membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa besar. Kendati demikian, ia belum bisa menyampaikan apa saja KPI yang harus dicapainya dalam waktu tiga bulan itu.

Dalam sambutannya juga, Erick Thohir mengatakan bahwa selama satu periode ke depan ia sangat terbuka dengan masukan dan kritik. Namun, ia berharap masukan yang diberikan bisa disertai dengan solusi.  

"Kalau hanya komplain saja, malas dengarnya," tutur dia. Menurutnya, berbagai masukan dan solusi bisa mempercepat visi Indonesia, khususnya visi presiden," tutur dia.

Erick mengatakan, tugas sebagai Menteri BUMN sangatlah berat. Sebab, apabila mempelajari soal korporasi, perusahaan biasanya berorientasi kepada keuntungan. Namun, di realitanya, perusahaan pelat merah juga adalah lokomotif untuk pembangunan Indonesia.

"Kalau bicara pembangunan jangka panjang return of investmentnya juga enggak ketemu, tapi apa pun itu, kalau hanya diperdebatkan tidak ada titik temunya," ujar Erick Thohir. Ia mengingatkan bahwa BUMN adalah agen perubahan Indonesia. Jadi, selain berbicara kinerja, ia juga berharap kesejahteraan masyarakat Indonesua tercapai. #teras.id

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com