Rabu , 20 November 2019

Kisah Mengharukan, Erni Diwisuda Setelah Sang Ibu Meninggal Dunia

19 Oktober 2019 16:24 WIB


Erni Susanti menjenguk ibunya usai di wisuda.


Solotrust.com- Bagi orang tua, pendidikan anaknya sangat penting. Orang tua akan berupaya sedemikian rupa agar pendidikan anaknya bisa mencapai tingkat tertinggi. Melihat anaknya berprestasi dan kelak menjadi orang berguna sangatlah menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Sudah menjadi cita – cita bagi orang tua melihat anaknya diwisuda ketika kelak si anak lulus dari bangku kuliah.



Seperti kisah pilu yang diceritakan oleh akun Facebook Erni Susanti, yang diunggah pada Kamis  (10/10/2019) tentang wisudanya yang sudah tidak ditunggui mamaknya karena telah meninggal dunia.

Di unggahan status itu sang pemilik akun menceritakan dirinya teringat saat empat tahun yang lalu ketika cuma tingal punya uang 4 juta rupiah. Uang tersebut belum termasuk untuk bayar uang sewa, uang listrik dan segala kebutuhan hidup. Hingga akhirnya ibunya tinggal punya uang Rp.500 ribu setelah digunakan untuk membayar berbagai macam kebutuhan hidup.

Uang yang tinggal 500 ribu itu akhirnya digunakan untuk mendaftar kuliah, lalu si mamak bilang kepada anaknya, “Nanti banyar kuliah selanjutnya semana. Bisa nyimpen gak kita? Tanya mamak Erni si pemilik akun. Erni pun dengan asal menjawab bahwa nanti akan ada beasiswa.

Ketika sudah masuk kuliah, pengeluaran Erni bertambah. Erni berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa dan akhirnya dapat meskipun tidak full. Erni tahu keinginan mamaknya melihat dirinya wisuda sama seperti anak-anak temannya. Mamak Erni ingin membuktikan walaupun bekerja sebagai tukang lontong, namun anaknya bisa wisuda.

Saking inginnya, tiap tahun mamaknya Erni selalu bertanya “Berapa lama lagi mau wisuda? Lama sekali” kata mamak Erni yang kembali diceritakan oleh Erni. Padahal saat itu, Erni tengah menempuh semester dua. Pertanyaan tentang kapan wisuda itu, berulang-ulang terus menerus.

Saking pengennya melihat anaknya wisuda, mamak Erni pun membelikan bakal baju yang kemudian dipermak kembali di penjahit yang ada, seperti di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Mamak Erni yang bersemangat itu pada suatu saat tengah mengalami sakit. Hingga akhirnya mamak Erni meninggal dunia. Mamak Erni meninggal setahun sebelum cita – citanya untuk melihat dan menghadiri wisuda anaknya tiba.

Dalam statusnya, Erni mengatakan bahwa waktu wisuda, saat namanya disebut, dirinya sempat terdiam lama. Hal itu dikarenakan ia ingin memberikan waktu yang seharusnya untuk ibunya di situ tidak digantikan. Setelah pemanggilan yang ketiga atau terakhir, Erni naik ke podium dengan semangat penuh kemenangan.

“Terima kasih papa. Terima kasih mamak..Semoga Allah membalas segala kebaikan kalian berdua.”pungkasnya sembari memberikan emoticon ciuman. (dd)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com