Selasa , 4 Agustus 2020

Ini Pelajaran yang Ada Dalam Permainan Tradisional Dakon

11 Oktober 2019 04:07 WIB


Anak-anak bermain dakon


Solotrust.com- Sudah banyak permainan tradisional di Jawa yang menghilang satu per satu. Mungkin hal itu salah satunya merupakan dampak dari kemajuan tehnologi, yang menyebabkan anak sudah enggan untuk bermain permainan tradisional.



Dakon, Congklak, Conkak, Cunkayon dan mankala merupakan nama dari permainan yang dikenal sebagai permainan anak perempuan bangsawan di zaman dahulu. Permainan ini dikenal hingga Asia dan Afrika. Nama – nama di atas tadilah yang dikenal di negara – negara Asia Afrika.

Permainan dakon menurut Dennys Lombard seorang penulis Buku Nusa Jawa Dalam Silang Budaya : Jaringan Asia mengatakan, dakon berasal dari kata daku atau saya yang menekankan kepada penonjolan ego. Dakon merupakan contoh baik untuk permainan tradisional non kompetitif. Tujuan permainan ini salah satunya adalah untuk menenangkan diri, daripada merangsang sebuah persaingan ilusi sehingga tujuan akhir dari permainan itu bukan untuk menang.

“Permainannya memang dibuat sedemikian rupa sehingga permainan dapat berlangsung berjam-jam dan hanya sekali – kali dapat berhenti karena kekalahan, yakni habisnya biji di dalam lubang tertentu.” tandas Lombard.

Permainan ini sudah ada di negara – negara lain semenjak abad ke-17 tepatnya di negara – negara seperti Turkey, Madagaskar.

Permainan ini dijalankan dengan menggunakan biji – bijian, antara lain biji sawo. Selain itu permainan ini juga menggunakan semacam papan panjang dengan lubang – lubang di tengahnya untuk tempat biji – bijian tadi. Lubang tersebut berjumlah 14 lubang dengan 2 lubang besar di kedua ujungnya. Permainan ini dimainkan dua orang. Setiap lubang pada papan itu diisi tujuh biji.  

Permainan dakon ini bisa melatih sikap jujur dan sportif pada diri sendiri, serta untuk mengatur strategi dalam memasukkan biji – bijian pada setiap lubang sehingga tidak ada lubang yang kosong.

Selain itu makna filosofis yang terkandung dalam permainan ialah bahwa tujuh lubang itu menandakan jumlah hari, sedangkan biji – bijian yang dijalankan kita dituntut untuk terus bersedekah atau berbagi kepada orang lain, baik itu orang lain di sekitar lingkungan kita maupun lawan kita. Di samping itu dalam permainan dakon juga terdapat pelajaran untuk selalu menabung saat berada di lubang paling besar. (dd)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com