Senin , 21 Oktober 2019

Engklek, Sejarah dan Makna Filosofis yang Terkandung di Dalamnya

8 Oktober 2019 02:21 WIB


Permainan engklek.


Solotrust.com- Indonesia di zaman sekarang ini kaya sekali dengan berbagai macam simbol. Leluhur bangsa kita selalu menggunakan simbol – simbol untuk menciptakan sesuatu. Meski terkadang terlihat remeh, namun terkadang apa yang diwariskan oleh para leluhur zaman dulu memiliki kedalaman makna, serta perenungan akan suatu hal.



Manusia diajak untuk berpikir kemudian mencerna lalu menghayati makna apa yang terkandung di dalamnya.  

Pun demikian dengan permainan dolanan anak – anak. Banyak sekali permainan tradisional yang telah diciptakan oleh nenek moyang luluhur bangsa ini, baik dari kreasi sendiri atau adaptasi dari permainan bangsa lain.

Salah satunya adalah Engklek. Permainan ini juga disebut dengan permainan sunda manda dan diyakini diadaptasi, kemudian dikreasi dari permainan bangsa Belanda bernama Zondag Mandaag. Permainan ini dahulunya dilakukan oleh anak – anak Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, permainan ini menjadi permainan tradisional bangsa Indonesia. Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak – anak perempuan, meski pun tidak menutup kemungkinan anak – anak laki – laki ikut dalam permainan ini.

Permainan Engklek bisa dilakukan oleh satu orang, namun juga bisa dilakukan secara beregu. Cara bermainnya pun bergantian. Permainan ini merupakan permainan yang cocok untuk dilakukan di ruangan terbuka atau halaman. Anak – anak kecil pada zaman dahulu biasanya memainkan engklek pada sore hari. Area permainan engklek pun dibuat kotak – kotak bertingkat. Dari bawah ke atas. Dan cara bermainnya pun harus memainkannya dengan bertahap dari satu kotak naik ke kotak berikutnya. Dan orang yang memainkannya pun mesti menggunakan satu kaki. Kaki satunya lagi diangkat dan tidak boleh menyentuh garis apabila tengah memainkannya dengan jalan melompat lompat.

Filosofi permainan ini ialah bagaimana sedari kecil anak – anak diajarkan untuk setahap demi setahap melakukan sesuatu. Baik itu saat membangun rumah maupun ingin merengkuh kekuasaan. Di permainan ini anak – anak dikenalkan bagaimana cara berproses untuk melakukan hal tersebut.

Namun sayangnya, seiring dengan kemajuan tehnologi, permainan ini pun secara perlahan ditinggalkan, sebab anak – anak sekarang ini kebanyakan lebih asyik bermain dengan gadget di dalam rumahnya dari pada harus berkumpul di luar rumah dan bermain engklek bersama dengan teman – temannya. (dd/ dari berbagai sumber)

 

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com