Sabtu , 11 Juli 2020

Roadshow Bus KPK Tiba di Kota Asal Presiden Jokowi

28 September 2019 15:41 WIB


Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berdiskusi dengan anak-anak dalam kegiatan Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi, di Balai Kota Surakarta, Jumat (27/9/2019).

SOLO, solotrust.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menggelar Roadshow Bus KPK yang telah tiba di Balai Kota Surakarta. Bus tersebut akan standby selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (27-29/9/2019). Masyarakat bisa mengakses segala wawasan terkait persoalan seputar korupsi.

Dalam acara pembukaan hari ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, termasuk Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo, Wawali Achmad Purnomo dan 35 kepala daerah di Jawa Tengah yang turut disaksikan ratusan pelajar.



Secara seremonial peresmian kegiatan ini ditandai dengan penandatangan "lmplementasi Pendidikan Anti Korupsi" oleh kepala daerah se-Jawa Tengah. Setelahnya, dilakukan peninjauan isi dalam Bus KPK serta pameran pelayanan publik. Bus KPK ini menjelajah ke berbagai provinsi kabupaten/kota di Indonesia, untuk memasyarakatkan budaya anti korupsi

Wakil Ketua KPK menyampaikan kegiatan bertema "Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi" ini adalah wujud KPK hadir bertujuan untuk memberikan pengarahan akan pentingnya pendidikan Anti Korupsi. Sehingga masyarakat di daerah juga lebih kenal dekat dengan KPK termasuk di dalamnya memberikan layanan aduan masyarakat dan pendidikan tentang tindak pidana korupsi.

“Road Show Bus KPK ini untuk mengenalkan KPK kepada masyarakat di berbagai daerah agar mengetahui lebih dekat tentang KPK. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat membentuk karakter bangsa. Kami tidak ingin KPK hanya dicap sebagai tukang tangkap," ungkap Alex.

KPK bermaksud memberikan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai macam program pencegahan, pemberantasan hingga tindakan korupsi. Di dalam Bus KPK ini menyediakan 10 komputer yang berisi sejumlah konten pencegahan korupsi, semisal game untuk anak-anak hingga modul yang dapat dibaca-baca masyarakat dari tingkat sekolah hingga pendidikan tinggi.

“Masyarakat bisa mengakses komputer tersebut bahkan dapat mengcopy modul pencegahan anti korupsi yang disediakan KPK, boleh disebarkan ke Lembaga-lembaga pendidikan, karena memang hak cipta KPK,” kata dia.

KPK juga menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengevaluasi perkembangan integritas pelayanan publik setelah adanya roadshow ini apakah ke arah positif atau justru tak memberi dampak signifikan.

“Kita ingin menghadirkan KPK di daerah-daerah, jangan sampai di masyarakat itu hanya mengenal KPK lewat TV, tapi kita ingin menghadirkan KPK dengan segala kegiatannya, jadi kita bawa melalui bus KPK ini, misalnya untuk pelaporan dari masyarakat kita fasilitasi, gratifikasi, LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara),” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, berharap kegiatan ini dapat mendorong tingkat kesadaran pejabat maupun masyarakat tentang budaya anti korupsi, pencegahan korupsi dan segala regulasi terkait korupsi.

“Untuk mencegah korupsi memang diperlukan gerakan-gerakan semacam ini, tidak melulu secara formal, namun juga penting adanya kelas khusus seperti Forum Komunikasi Anti Korupsi yang isinya PNS, Mahasiswa, Dosen, guru, karena masing-masing pasti punya acra penyampaian sendiri. Sekalian saya sampaikan biaya untuk pencegahan itu jauh lebih murah dan efektif,” bebernya.

Di samping itu, penanaman karakter sejak dini di lingkungan keluarga dan sekolah sangat diperlukan untuk membentuk pola pemikiran anak-anak kedepannya.

 “Anak-anak bisa mulai sejak dini diajarkan untuk menaati peraturan, seperti mengantre dengan tertib, belajar memungut sampah plastik, tertib berlalu lintas, jadi tidak hanya hal yang sifatnya teoritis,” ucap dia.

Wali Kota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo, menyampaikan upaya untuk pencegahan korupsi sudah seharusnya melibatkan seluruh elemen bangsa sesuai dengan kedudukan dan kapasitasnya masing-masing.

“Salah satunya adalah pembelajaran dan pendidikan anti korupsi sejak dini bagi para pelajar, mengingat upaya mencegah korupsi merupakan proses panjang yang harus dilakukan seluruh elemen bangsa. Anak - anak harus sejak dini diberikan pengetahuan mengenai korupsi dan bagaimana cara melawan korupsi. Nantinya lewat pembelajaran ini, mereka akan menyadari, pentingnya budaya anti korupsi sehingga bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kalo bagi anak-anak selain belajar dan bersekolah yang terpenting saat ini adalah kejujuran. Berupaya selalu jujur kepada orang tuanya,” papar Rudy. (adr)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com