Rabu , 20 November 2019

Erick Thohir Takjub, Stadion Manahan Melebihi Stadion Oxford United FC

21 September 2019 17:02 WIB


Ketua KOI, Erick Thohir saat meninjau Stadion Manahan Solo, Sabtu (21/9/2019)

SOLO, solotrust.com - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir meninjau Stadion Manahan Solo, Sabtu (21/9/2019). Kunjungannya kali ini sebagai bagian dari persiapan bidding Indonesia untuk tuan rumah FIFA World Cup U-20 tahun 2021 mendatang.

Baca: Erick Thohir Temui Wali Kota Surakarta Siang Ini



Setibanya di stadion, Erick bersama rombongan masuk dari pintu selatan Stadion Manahan, ia melihat-lihat tribune di sekeliling stadion, seperti single seat, score board serta menginjak-injak rumput mengecek kualitasnya.

Dari lapangan, Erick menuju ke bagian dalam stadion, seperti fasilitas-fasilitas di ruang ganti atlet hingga menggunakan lift stadion ke bangku VVIP penonton.

"Jumlah kapasitas 20.003 ya, jadi meskipun ada lintasan atletik tetap kelihatan dekat dengan pemainnya, beda dengan kapasitas yang sampai 80.000 penonton," ucap Erick

Erick mengaku kagum dengan kemegahan dan fasilitas stadion yang baru usai dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan kocek Rp 301 Miliar ini. Bahkan kata dia, Stadion Manahan melebihi klub di Liga Satu (Kasta Ketiga) Liga Inggris, yang dimilikinya saat ini, Oxford United Football Club.

"Luar biasa, jauh lebih bagus dari Stadion Oxford United malah, awalnya saya tidak menyangka seluar biasa ini, ini benar-benar kelas internasional, saya harap Indonesia menang, ini salah satu fasilitas terbaik terus terang, bagus sekali selain di beberapa kota lain, saya terkagum-kagum," kata Erick

Selain Stadion Manahan Solo, PSSI mengajukan bidding ke FIFA sembilan stadion lain untuk perhelatan akbar tersebut, yang meliputi Kesepuluh stadion itu adalah yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Pakan Sari (Bogor), Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Pengusaha muda itu berpesan agar pemerintah dan masyarakat menjaga dan merawat Stadion Manahan. Terkait dengan syarat fasilitas pendukung lain sesuai standar FIFA untuk menjadi tuan rumah seperti sejumlah lapangan training, menurutnya hal yang harus diikuti bukan sesuatu yang mahal jika dibandingkan dengan prestige jadi tuan rumah.

"Saya rasa bukan suatu yang mahal apalagi kalau ke depan ada rencana Persis Solo dengan beberapa investor juga melihat ini sebagai sebuah fasilitas yang diperlukan Persis Solo, bisa saja menjadi investasi klub sendiri dan nanti dipakai untuk kepentingan negara, dibangun negara untuk Persis Solo, Persis Solo membangun infrastruktur untuk kepentingan negara," ujar mantan Presiden Inter Milan itu.

Kata dia, hasil akhir bidding tidak lama lagi diumumkan, sehingga persiapan 1 - 2 tahun ini dirasa cukup memenuhi aspek lainnya. Pihaknya mengharapkan Indonesia bisa menang, tidak mustahil karena kemarin Indonesia juga sukses menggelar Asian Games dan berbagai ajang lainnya.

"Olimpiade kita juga mau coba jadi tuan rumah 2032 apa salahnya, kita ini negara besar, tapi kadang-kadang tidak percaya diri, kita tunjukkan dengan pembangunan seperti ini kita bisa bersaing dengan negara lain," tukasnya.

Erick juga tidak mempersoalkan adanya lintasan atletik, karena memang kebanyakan stadion sepak bola di Indonesia ada tempat atletik karena digunakan juga untuk cabang olahraga lain, kalau di Eropa dan Amerika memang khusus untuk sepak bola.

"Memang kalau tanpa atletik jarak pandang yang semakin dekat yang membuat suporter lebih bercampur emosinya. Tapi saya harap jangan hanya sepak bola saja, bisa buat penggunaan yang lain tetapi harus dilengkapi beberapa fasilitas seperti di Gelora Bung Karno, semisal penutup rumput, dilewatin truk saja aman, hal-hal seperti ini yang perlu dipikirkan, jangan sampai menghancurkan stadion pokoknya," beber dia.

Di samping itu, ditambahkan dia, perlu juga diperhatikan fasilitas lingkungan penunjang stadion seperti manajemen traffic, kantung parkir, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan lain sebagainya, sehingga industri olahraga menjadi pendorong ekonomi kerakyatan.

Baca: UNS Dapat Monumen Pesawat AS – 202 Bravo LM – 2017 dan Bantuan Mesin Pesawat dari Panglima TNI

"Perlu dipikirkan kantong-kantong parkir dan dukungan fasilitas kendaraan publik, nantinya bisa ada festival makanan, festival musik tidak hanya sepak bola, Stadion Manahan menjadi tempat yang memang di tunggu-tunggu masyarakat Solo, UMKM berjalan, dan sepak bola menjadi centrenya, seperti saat Asean Games," pungkas dia. (adr)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com