Senin , 21 Oktober 2019

Gerakan Makan 100 Juta Telur

12 September 2019 06:34 WIB


GEMA Telur di SD.


SOLO, solotrust.com - Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah mencanangkan Gerakan Makan (Gema) 100 Juta Telur pada tanggal 2 September 2019. Untuk itu, PT. Charoen Pokphand Indonesia turut mendukung program tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar siswa-siswi sekolah.



Salah satu kegiatan dalam rangka mensukseskan Gerakan Makan (Gema) 100 Juta Telur tersebut diadakan di SD Djama’atul Ichwan Jl. Agus Salim No. 45, Sondakan, Kec. Laweyan,  Solo pada Rabu (11/9/2019). Gema 100 Juta Telur dilakukan dalam rangka kampanye peningkatan gizi anak sekolah dan santri, di seluruh kabupaten / kota oleh seluruh perusahaan peternakan Ayam melalui mekanisme CSR selama bulan September-Desember 2019.

Komisaris PT. Charoen Pokphand, Suparman S menjelaskan, latar belakang kegiatan ini untuk mendukung pemerintah menyelamatkan perunggasan Indonesia sebab melihat telur tidak bisa ditetaskan seluruhnya karena kebutuhan ekonomi masyarakat tidak sebanyak telur yang dihasilkan ayam. Sehingga pemerintah berinisiatif mengurangi telur-telur dari breeding farm. Pengurangan sebanyak 100 juta butir telur untuk mengurangi jumlah DOC (Day Old Chick) yang dihasilkan sehingga peternakan unggas akan sehat, harga ayam akan baik lagi.

"Di Solo harga ayam sangat rendah untuk itu kita selamatkan perunggasan dengan mengurangi telur tetas untuk gerakan ini sehingga ke depan harga ayam di peternak Indonesia akan menjadi baik dan opternak untung. Tujuan kedua, telur ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan anak-anak. Untuk itu dari Charoen Pokphand menyasar ke anak anak untuk memperbaiki gizi anak-anak demi kesehatan masyarakat dan masa depan bangsa," tuturnya, Rabu (11/9/2019).

Pada tahap awal program GEMA Telur, akan dilakukan pendistribusian telur sebanyak 10 juta butir yang dimulai pada tanggal 9 - 22 September 2019 ke PAUD, TK, Sekolah dasar dan Pondok Pesantren di daerah keberadaan Farm Perusahaan peternakan ayam tersebut. Telor yang didistribusikan adalah telor fertile fresh yang berwarna putih, hasil penundaan setting.

Hal itu sesuai surat edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor 095009/SE/PK.010/F/09/2019 pada tanggal 2 September 2019 tentang Pengurangan Day Old Chick Final Stock (DOC FS) Broiler tahun 2019 sebagai respon Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap kondisi perunggasan .

Dalam Pelaksanaan GEMA 100 Juta Telor, PT Charoen Pokphand Indonesia bekerjasama dengan beberapa pihak untuk mendistribusikan telor tersebut, salah satunya adalah Syarikat Islam yang memiliki jaringan Pendidikan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Pelaksanaan di Solo ini menandai dilakukannya secara serentak pendistribusian 3,2 Juta butir telor diseluruh wilayah kerja PT. Charoen Pokphand Indonesia.

Sekjen Charoen Pokphand Indonesia Foundation CPFI (lembaga yang menangani kegaiatan CSR di PT. Charoen Pokphand Indonesia), Aan Siadari, mengatakan telur yang diberikan kepada 1200 siswa di SD Djama’atul Ichwan merupakan telur yang aman dikonsumsi dan gizinya lebih tinggi dibanding telur konsumsi pada umumnya.

"Pada pelaksanaan periode ini setiap siswa akan mendapatkan kurang lebih 10 butir telur yang pelaksanaannya akan diatur oleh pihak Sekolah. Harapannya dengan diadakan kegiatan ini dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak calon penerus bangsa ini," terangnya. (Rum)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com