Rabu , 18 September 2019

Ini Aktivitas yang Dijalani Finalis PPS Selama Masa Karantina, Hingga Bikin Project Pariwisata

4 Agustus 2019 20:03 WIB


Finalis PPS 2019 dalam malam Grand Final 2019, di Halaman Balai Kota Surakarta, Sabtu (3/8/2019) malam.

SOLO, solotrust.com – Putra Putri Solo terpilih bakal bertugas menjadi duta wisata untuk mempromosikan Kota Surakarta. Selama masa karantina PPS mendapatkan banyak pengalaman berharga berbagai macam ilmu baru diterima hingga belajar mempresentasikan eksplorasi destinasi pariwisata di Solo.

Ketua Yayasan Putra Putri Solo, Pembina Paguyuban PPS sekaligus Ketua Yayasan PPS R. Ay. Febri Hapsari Dipokusumo mengatakan, proses pembekalan dilaksanakan sejak 24 Juli 2019 hingga 3 Agustus 2019 dengan berbagai materi Filosofi Jawa, Ngadi salira ngadi busana, belajar proses membatik, Public Speaking.



Baca: Haryo dan Hanna Terpilih Sebagai Putra-Putri Solo 2019

“Kepribadian English for Tourism, Personal Branding dan materi lainnya untuk membentuk karakter peserta dan menempa mental termasuk mendapatkan, materi pembekalan Wawasan Kebangsaan dari Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo. Selain materi pembekalan dalam kelas kami juga mengajak pesene untuk eksplorasi ke berbagai destinasi wisata seperti Karaton Kasunanan, Puro Mangkunegaran, Museum Keris, Museum Radya Pustaka juga menikmati kuliner agar peserta dapat memiliki pengalaman secara langsung sebagai bekal menjadi Duta Wisata,” jelas Febri kepada solotrustcom di sela malam Grand Final Pemilihan PPS 2019 di Halaman Balai Kota Surakarta, Sabtu (3/8/2019) malam.

Febri menjelaskan, berbagai program yang membedakan pada pelaksanaan Pemilihan Putra Putri Solo tahun ini, adalah di mana peserta diminta mempresentasikan sebuah project pariwisata yang akan menjadi project unggulan Putra Putri Solo kedepan.

“Hal yang membedakan adalah PPS tahun ini diminta untuk memperesentasikan project promosi pariwisata original ide baru diusulkan kepada pemerintah untuk menjadi produk unggulan,” terang dia

Disamping itu peserta juga mendapat kesempatan untuk belajar membuat pisang goreng bersama Istri Walikota dan membagikan aneka jajanan kepada masyarakat di saat Car Free Day. Pada momentum ini pesene diharapkan memiliki jiwa berbagi dan membangun kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.

“Pada waktu pendaftaran tanggal 20 Juli ada 83 peserta disaring ke 40 peserta kemudian 20 besar finalis ini tapi ada satu yang mengundurkan diri karena faktor kessehatan jadi finalis ada 19. Jadi PPS ini tidak sebatas penobatan, selama masa pembekalan mereka belajar moving class tidak hanya di dalam kelas destinasi wisata, live kculinary, presentasi tourism, table manner, setiap sore latihan menari di Sasono Mulyo, pertemuan alumni lintas angkatan, untuk memberikan semangat, dan semalam juga ada wilujengan,” bebernya.

Febri menambahkan, dalam pemilihan PPS tidak hanya memilih juara 1 sampai dengan 3, tapi juga ada PPS Favorit, PPS Duta Persahabatan dan PPS Duta Lingkungan.

“Peran mereka dari leadirship, ketokohan dan motivas, membawa Kota solo di tingkat nasional,” sebutnya.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata, Wahyu Kristina menuturkan, ide yang ditelurkan para finalis PPS untuk sektor industri pariwisata Kota Solo cukup menarik, mereka mempresentasikan destinasi-destinasi pariwisata yang ada Kota Solo menjadi daya tarik wisatawan.

“Ide mereka cukup menarik,” kata Ina. (adr)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com