Rabu , 23 Oktober 2019

Ellen May Bagi Strategi Investasi ke 900 Investor Solo Raya

31 Juli 2019 02:00 WIB


gathering investor Solo Raya.

SOLO, solotrust.com-  Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Solo (BEI Solo) bersama Ellen May Institute menggelar acara investor gathering, Jumat (26/7/2019). Sebanyak 900 orang investor saham di Solo Raya hadir dalam kegiatan yang bertema "Smart Traders Not Gamblers" yang diadakan di El's Convention Center Solo Paragon Hotel tersebut.

Para peserta tampak antusias menyimak pemaparan pakar saham nasional Ellen May yang membeberkan strategi agar menjadi traders yang cerdas bukan untung-untungan, tanpa perhitungan seperti orang berjudi. Ia pun memberikan beberapa strategi investasi dan trading di pasar modal yang benar. 



“Banyak orang trading saham karena ikut ikutan. Tidak mempelajari strateginya. Ada rumus bagi para investor agar bisa sukses di pasar modal yaitu 5 Golden Rules. Kuncinya adalah disiplin pada 5 Golden Rules,” tuturnya melalui siaran pers yang diterima solotrust.com, Senin (29/7/2019). 

Ellen May menjelaskan tentang 5 Golden Rules. Pertama, start small yaitu mulailah berinvestasi walaupun kecil tetapi nyaman. Sehingga kalau harga saham turun tidak panik, kalau naik tidak eforia. Kedua, tentukan exposure artinya berapa persen uang di portofolio boleh ditransaksikan tergantung dari tren umum pasar saham saat ini.

Ketiga, tentukan total risiko yang bisa ditanggung yaitu berapa rupiah maksimal kerugian yang boleh terjadi. Jika total kerugian pada beberapa kali transaksi melebihi angka tersebut, sebaiknya berhenti bertransaksi dulu untuk mengevaluasi diri.

Keempat tentukan jumlah saham yang mau dibeli. Sebaiknya 5 saham dan maksimal 10 saham. Jangan terlalu sedikit supaya tidak terlalu terkonsentrasi sebab kalau untung jadi sangat besar, kalau rugi juga jadi besar. Kelima, tahu timing beli saham, dan tahu menentukan stop loss.

Investor pasar modal, lanjut Ellen May terbagi atas dua jenis investor, yaitu investor institusi dan investor ritel. Investor institusi adalah investor koorporasi dengan dana yang sangat besar (ratusan miliar hingga trilyunan) sedangkan investor ritel adalah investor perorangan.

“Kelebihan bagi investor ritel seperti kita kita ini adalah bisa dengan lincah mengambil keputusan, karena modal kecil bisa masuk di saham yang likuiditasnya kecil pula,” terangnya.

Acara yang dimulai pukul 18.00 - 21.00 WIB tersebut berjalan lancar dengan interaksi peserta yang antusias. Ellen May merasa takjub ternyata investor Solo sangat antusias dan pihaknya bakal menggelar kegiatan serupa ke depannya. “Saya tidak menyangka bakal sebanyak ini,” imbuhnya. 

Kepala BEI Solo M. Wira Adibrata mengaku merinding melihat peserta begitu banyak yang datang dari berbagai daerah. “Apresiasi untuk team Ellen May Institute atas terselenggaranya temu investor Solo Raya ini. Ini energi baru bagi kami dan investor Solo, khususnya para pemula agar bisa menyusun strategi berinvestasinya dengan benar,” ujar Wira.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cabang Solo. Ketua OJK Solo yang diwakili Tito Aji Siswantoro dalam sambutannya mengatakan kegiatan temu investor selayaknya sering diselenggarakan untuk memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada para investor.

 “Kami sangat mengapresiasi kegiatan Ellen May Institute dan IDX Solo. Kegiatan ini lanjutan dari inklusi menjadi aktivasi. Lebih sering diselenngarakan semakin baik untuk menambah ilmu bagi investor khususnya Solo Raya,” katanya.  (rum)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com