Jumat , 18 Oktober 2019

Harkitnas, Wali Kota Ajak Masyarakat Teladani Boedi Oetomo dan Sumpah Palapa

20 Mei 2019 15:50 WIB


Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Tugu Kebangkitan Nasional, Penumping, Laweyan, Solo, Senin (20/5/2019).

SOLO, solotrust.com - Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo mengajak anak bangsa untuk meneladan organisasi pemuda Boedi Oetomo yang didirikan oleh Dr. Soetomo 111 tahun yang lalu menjadi pelecut kebangkitan bangsa.

Seperti disampaikan Rudy kepada solotrust.com usai mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional di Tugu Kebangkitan Nasional, Penumping, Laweyan, Solo, Senin (20/5/2019).



"Kita harus meneladani tokoh-tokoh nasional dalam Budi Utomo yang tidak punya pamrih apapun untuk bangsa dan negara," ujar Rudy.

Rudy juga menyerukan kepada generasi muda bangsa Indonesia untuk memahami Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada yang intinya perjuangan diri Mahapatih Gajah Mada untuk mempersatukan nusantara dengan bermati-raga atau berpuasa. Dalam perkembangannya Sumpah Palapa itu menjadi embrio bagi paling kuat bagi janin persatuan Indonesia.

Dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: ”Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".

"Kalau mendengarkan, membaca dan memahami sumpah palapa patih Gajah Mada itu sudah tidak akan ada lagi persoalan perbedaan, pendapat, suku, agama, golongan, ras dan sebagainya, tidak akan ada," sebut dia.

Oleh sebab itu, momentum Hari Kebangkitan Nasional ini Rudy meminta masyarakat Solo untuk bergotong-royong bangkit dan bersatu membangun Kota Bengawan ini.

"Peringatan Harkitnas ke-111, masyarakat harus bersama-sama membangun kembali persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bagi warga Solo khususnya untuk bangkit dan bersatu  membangun Kota Solo tercinta," kata Wali Kota.

Sementara saat disinggung terkait suasana menjelang pegumuman resmi hasil Pemilu 2019 22 Mei 2019 mendatang. Di mana muncul istilah gerakan people power maupun kedaulatan rakyat.

Bagi Rudy kedaulatan rakyat versi dirinya sudah terwujud pada partisipasi masyarakat 17 April 2019 lalu, sedangkan rencana gerakan Kedaulatan Rakyat yang digagas Amien Rais muncul sebagai respons atas dugaan kecurangan Pemilu 2019 oleh BPN Prabowo - Sandi.

Baca juga: Pemudik Diminta Manfaatkan Aplikasi Berbasis Maps

Kabar itu pun santer dikabarkan lini pemberitaan media massa, menurut Rudy, gerakan itu merupakan wujud penyampaian pendapat dan sah-sah saja dilakukan, asalkan tidak mengganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

"Kedaulatan rakyat itu ya tanggal 17 April itu rakyat memberikan hak politik untuk memilih pemimpin masa depan. Kalau gerakan-gerakan kan penyampaian pendapat, sah-sah saja, yang penting saya berharap rakyat Solo bisa membedakan informasi dengan bijak, tidak termakan hasutan kebencian, hoaks, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya," tegasnnya. (adr)

()

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com
BERITA LAINYA     »