Jumat , 23 Agustus 2019

Indonesia Masih Kekurangan Dokter Spesialis Ortopedi

25 April 2019 12:27 WIB


Acara 67th Continuing Orthopaedic Education (COE) yang digelar Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia di Solo. (Dok Humas Pemprov Jateng)

SOLO, solotrust.com – Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (Paboi) mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tengah kekurangan dokter spesialis ortopedi.

Menurut Ketua Paboi Prof Dr dr Zairin Noor Helmy, jumlah dokter spesialis ortopedi tidak ideal dengan jumlah penduduk di Indonesia. Ia menyebut bahwa saat ini baru ada 1.150 dokter spesialis ortopedi di Indonesia.



“Padahal, dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa ini, idealnya harus ada 3.500 (orang) lebih dokter spesialis,” kata dia dalam acara 67th Continuing Orthopaedic Education (COE) yang digelar Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (Paboi) di Hotel Alila Solo, Rabu (24/4/2019).

Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya menambah dokter-dokter spesialis orthopedi dengan cara sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk dalam kegiatan ini, selain diikuti oleh anggota Paboi, sejumlah dokter umum juga masyarakat sipil kami undang agar memahami dunia ortopedi.

“Harapannya ada dokter-dokter umum yang bisa jadi spesialis, dan masyarakat dapat menyekolahkan anak-anak mereka menjadi dokter spesialis,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang turut hadir dalam acara tersebut menyinggung langkah edukasi yang semestinya dilakukan oleh Paboi. Hal itu dilandasi masih banyaknya masyarakat yang lebih percaya dukun daripada dokter orthopedi.

“Seperti misalnya ada yang patah tulang, banyak yang lebih percaya dukun dengan metode sangkal putungnya dibanding ditangani dokter spesialis. Ini kondisi yang sampai sekarang masih terjadi dalam masyarakat kita,” sebutnya.

Menurutnya, banyak faktor yang menjadi penyebab hal itu. Selain karena faktor sejarah, kepercayaan masyarakat terhadap dukun juga bisa dikarenakan faktor ekonomi.

“Kan orang mikirnya kalau harus operasi patah tulang mahal, atau takut dioperasi dan macem-macem. Permasalahan-permasalahan seperti ini harus dicarikan solusinya,” tegasnya.

Untuk itu, Ganjar meminta para dokter spesialis ortopedi untuk gencar melakukan edukasi kepada masyarakat. Harapannya, dengan edukasi itu masyarakat menjadi terbuka dalam menyambut kemajuan zaman.

Selain dihadiri Gubernur, kegiatan 67th Continuing Orthopaedic Education (COE) di Hotel Alila Solo tersebut juga dihadiri Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi dan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

(way)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com
BERITA LAINYA     »